KUPANG - Stasiun Klimatologi Kupang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan tujuh wilayah yang tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT), berstatus awas bencana kekeringan meteorologis.
"Wilayah yang berstatus awas ini mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga lebih dari 61 hari dengan peluang di atas 70 persen," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Rahmattulloh Adji, Senin (15/8/2022).
BACA JUGA:37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
Ketujuh wilayah yang berstatus awas bencana kekeringan itu, di antaranya Kecamatan Sulamu di Kabupaten Kupang, Kota Raja dan Oebobo di Kota Kupang, Rote Barat Laut di Kabupaten Rote Ndao, Kecamatan Hawu Mehara dan Raijua di Kabupaten Sabu Raijua, dan wilayah Haharu di Kabupaten Sumba Timur.
Rahmattulloh mengatakan ancaman kekeringan ini perlu diwaspadai masyarakat, karena bisa berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih yang menyebabkan kelangkaan.
BACA JUGA:Wilayah Sekitar Ramangaru Sumba Timur Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem