"Dampaknya luar biasa. Ketika sedang ramai lagi naik naiknya dihantam oleh pandemi Covid-19. Dampaknya langsung, sepi," kata Kang Mus.
"Kemudian, warga yang biasanya ramai tiba-tiba sepi, langsung down," ujarnya.
Dia mengakui bahwa Kampung Sembilangan memiliki potensi alam yang melimpah. Namun, karena masyarakat yang kurang pelatihan, membuat produk yang dijual tidak konsisten.
"Sirup mangrove. Jadi, potensi alam di sini sangat mendukung. Apa aja kalau diolah bisa jadi sumber daya. Pada saat wisata ramai kita bikin sirup mangrove. Tapi karena down tersebut tak memproduksi lagi," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.