Share

Polisi Selidiki Dugaan Kasus Pencabulan Oknum Pimpinan Ponpes di Kabupaten Bandung

Dila Nashear, MNC Portal · Selasa 16 Agustus 2022 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 525 2648543 polisi-selidiki-dugaan-kasus-pencabulan-oknum-pimpinan-ponpes-di-kabupaten-bandung-AckXeCqxyn.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANDUNG - Polresta Bandung, Kabupaten Bandung menyatakan saat ini masih menyelidiki adanya laporan dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren (ponpes) pada santriwatinya.

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo pun membenarkan bila jajarannya telah menerima laporan dari salah satu korban melalui kuasa hukum. Jajarannya tengah mendalami dugaan peristiwanya.

Kendati begitu, Kusworo tak menjelaskan lebih rinci mengenai kasus yang langsung menggegerkan masyarakat Kabupaten Bandung itu. Dirinya meminta dukungan agar dugaan ini bisa secepatnya terungkap.

"Sedang kami lidik (dugaan pencabulan Pimpinan Ponpes terhadap santriwati) itu. Semoga bisa segera kami rilis resmi. Kami meminta semua pihak dapat bersabar," kata Kusworo dihubungi, Selasa (16/8/2022).

Sebelumnya, Kuasa Hukum salah satu korban, Deki Rosdiana mengatakan dari pengakuan korban yang didampingi olehnya tindakan pencabulan itu telah terjadi sejak 2016 yang pada saat itu masih berusia sekira 14 tahun.

Baca juga: Polres Kotamobagu Amankan Dua Pria Terduga Pelaku Pencabulan di Mogolaing

"Pimpinan Ponpes berusia 42 tahun itu, (dari penuturan korban) awalnya memanggil untuk bersih-bersih. Tapi justru malah meraba-raba, menciumi hingga mencabuli," ujar Deki dihubungi, Selasa (16/8/2022).

Korban yang merupakan santriwatinya, lanjut Deki, tak bisa menolak karena takut. Selain itu, pelaku juga kerap menyinggung soal keberkahan menuruti guru sampai akhirnya tindakan bejat itu kembali terulang.

Baca juga: Modus Bisa Mengobati, Dukun Cabul Rudapaksa Ibu dan 2 Anaknya

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Deki menambahkan, aksi pelaku yang merupakan Pimpinan Ponpes (melanjutkan ayahnya) di Kabupaten Bandung baru berhenti melakukan aksi cabul begitu korban menikah dengan santriwan di ponpes itu.

Dari hasil pendalaman, Deki menduga ada korban lain yang mengalami hal serupa. Bahkan jumlahnya bisa puluhan, karena berdasarkan pengakuan kliennya ada 12 santriwati yang juga turut menjadi korban.

"Ditambah 4 pegiat rohani Islam alias rohis yang juga jadi korban cabul. Karena pelaku (Pimpinan Ponpes di Kabupaten Bandung) itu juga melakukan aksi pencabulan dengan modus pengobatan ruqyah" ungkap Deki.

Deki berharap Polresta Bandung dapat segera menindaklanjuti. Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan beberapa lembaga seperti perlindungan anak dan psikolog untuk mendampingi para korban.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Cabul di Kebayoran Lama

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini