Share

Dubes RI: Ukraina Belum Meminta Pertemuan Zelensky-Putin di KTT G20

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 18 2650545 dubes-ri-ukraina-belum-meminta-pertemuan-zelensky-putin-di-ktt-g20-UzghjfSoqa.jpg Pihak Ukraina sebelumnya mengatakan Presiden Zelensky akan datang ke KTT G20 jika Presiden Rusia Vladimir Putin juga datang. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Ukraina belum meminta digelarnya pertemuan antara Presiden Volodymyr Zelensky dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT G20 di Bali pada November, demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Tavares.

"Ukraina belum meminta untuk itu tetapi Indonesia akan sangat senang membantu dalam mengadakan pertemuan seperti itu di sela-sela KTT G20," kata Dubes Jose kepada Sputnik.

Menurut Jose, Indonesia ingin mempromosikan dialog antara Moskow dan Kiev.

โ€œTentu saja Indonesia telah mengundang Putin sebagai anggota G20 tetapi juga Zelensky untuk mencoba menjalin kontak,โ€ tambah Tavares.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengatakan bahwa Putin dan Presiden China Xi Jinping akan hadir pada KTT G20 yang dijadwalkan berlangsungpada 15-16 November mendatang di Bali.

โ€œXi Jinping akan datang. Presiden Putin juga mengatakan kepada saya bahwa dia akan datang,โ€ kata Jokowi kepada Bloomberg.

Sehari sebelumnya Putin melakukan pembicaraan telepon dengan Jokowi untuk membahas sejumlah isu, termasuk ketahanan pangan dan persiapan KTT G20. Pada kesempatan itu, Putin juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA:ย Ukraina: Zelensky Akan Hadiri di KTT G20 Bali Jika Putin Datang

Kedatangan Putin ke KTT G20 membuka peluang partisipasi Zelensky dalam pertemuan kelompok 20 negara ekonomi dunia itu. Sebelumnya, Penasihat Presiden Ukraina Mikhail Podolyak, mengatakan Zelensky dapat menghadiri KTT G20 di Indonesia jika Putin menghadiri acara tersebut.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Awalnya, sejumlah negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Kanada, mengusulkan untuk mengecualikan Rusia dari G20 sama sekali, tetapi negara-negara G20 lainnya tidak setuju dengan proposisi tersebut.

Indonesia sebagai negara ketua di tingkat tertinggi menegaskan ingin menyatukan G20 dan mencegah perpecahan. Untuk berkompromi dengan negara-negara Barat, Jakarta mengundang Ukraina, yang bukan anggota G20, sebagai tamu KTT.

Menurut Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan para pemimpin Barat lainnya semuanya dijadwalkan untuk bertemu langsung untuk pertama kalinya sejak dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina. G20 dikatakan terpecah tentang apakah akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah operasi tersebut, yang terjadi segera setelah Putin dan Xi mengumumkan aliansi "tanpa batas" mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini