Share

Meksiko: Hilangnya 43 Mahasiswa Adalah Kejahatan Negara, Presiden Janji Ungkap Kasus

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 18 2650812 meksiko-hilangnya-43-mahasiswa-adalah-kejahatan-negara-presiden-janji-ungkap-kasus-njzZyon1Ua.JPG Kasus hilangnya 43 mahasiswa Meksiko masih misteri (Foto: Antara/Reuters)

MEKSIKO - Para pejabat Meksiko pada Kamis (18/8/2022) mengatakan hilangnya 43 mahasiswa pada 2014 adalah kejahatan negara yang ditutup-tutupi pemerintah sebelumnya.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador telah berjanji untuk mengungkap apa yang terjadi pada para mahasiswa yang hilang di Kota Iguala pada September 2014 itu.

Dia menolak penjelasan pemerintah yang dipimpin Presiden saat itu, Enrique Pena Nieto, tentang kasus yang menyulut kemarahan dunia tersebut.

Petinggi hak asasi manusia (HAM) Meksiko, Alejandro Encinas, mengatakan dalam jumpa pers bahwa keterlibatan pemerintah--termasuk pejabat lokal, negara bagian dan federal--dalam kasus itu menunjukkan adanya "kejahatan negara".

Baca juga: Misteri Hilangnya 43 Mahasiswa di Meksiko Terungkap

Dia mengatakan pemerintah sebelumnya disebut telah "menyembunyikan kebenaran fakta-fakta, mengubah tempat kejadian perkara, menutupi kaitan pemerintah dengan kelompok kejahatan".

Baca juga: Orangtua 43 Mahasiswa yang Diculik Temui Presiden Meksiko

Encinas mengatakan salah seorang mahasiswa yang hilang adalah informan militer, tetapi pihak berwenang tidak mengikuti protokol pencarian prajurit yang hilang.

Jika mereka mengikuti protokol itu, insiden pembunuhan dan hilangnya mahasiswa dapat dicegah.

Dia menjelaskan meski pencarian ekstensif telah dilakukan, hanya tiga jenazah mahasiswa sejauh ini telah ditemukan dan diidentifikasi.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Encinas membuat pengakuan yang jarang dilakukan oleh pejabat yaitu menyatakan jika para mahasiswa itu tidak selamat.

"Tidak ada indikasi para mahasiswa itu masih hidup. Semua kesaksian dan bukti menunjukkan mereka dibunuh secara licik dan dihilangkan," terangnya, dikutip Antara.

"Kenyataan ini menyedihkan," lanjutnya.

Sementara itu, keluarga korban sejak lama telah mengungkapkan harapan agar orang-orang yang mereka cintai itu ditemukan dalam keadaan selamat.

Mereka menggelar serangkaian protes sambil meneriakkan permintaan keadilan.

"Kami ingin mereka dikembalikan dalam keadaan hidup,” teriak mereka.

Seperti diketahui, menurut pemerintahan Pena Nieto pada 2015, sebuah geng narkoba setempat salah sasaran.

Para mahasiswa itu, yang dikira anggota geng saingan, dibunuh lalu mayat mereka dibakar.

Di bawah pemerintahan Obrador, para pejabat telah mengeluarkan perintah penahanan terhadap puluhan orang, termasuk anggota militer dan kepolisian.

Mereka juga meminta Israel mengekstradisi seorang mantan pejabat yang diduga memanipulasi hasil penyelidikan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini