Share

Kapal Perang AS Tiba di Lithuania di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 23 Agustus 2022 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 18 2652926 kapal-perang-as-tiba-di-lithuania-di-tengah-konflik-rusia-ukraina-1PJWmVgptI.jpg USS Kearsage. (Foto: Wikimedia Commons)

KLAIPEDA — Salah satu kapal perang terbesar milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah tiba di Lithuania pada Senin (22/8/2022). Perkembangan itu terjadi sebagai bentuk dukungan AS kepada Lithuania, di tengah agresi Rusia ke Ukraina di kawasan itu.

USS Kearsarge, kapal perang amfibi Pasukan Ekspedisi Marinir ke-22 AS, tiba di Klaipeda, Lithuania, pada Senin. Angkatan Laut mengatakan kedatangan itu merupakan kunjungan yang sudah diagendakan ke pelabuhan itu.

Duta Besar AS untuk Lithuania, Robert S. Gilchrist, mengatakan kehadiran kapal perang itu merupakan "wujud ketangguhan dan jangkauan militer dan kekuatan mematikan militer AS."

"Ini adalah komitmen kuat kami terhadap pertahanan di kawasan ini dan menunjukkan fakta bahwa AS mendukung Lithuania," ujarnya sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.

Komandan USS Kearsarge, Kapten Thomas F. Foster, mengatakan bahwa kunjungan ini menunjukkan ikatan kuat antara kedua negara.

"Setiap negara Baltik memiliki sesuatu yang kuat untuk dikontribusikan. Dan ketika mereka melakukannya, kekuatan gabungan kami tak tertandingi," kata Foster.

Lithuania adalah satu dari tiga negara Baltik, yang di kalangan sekutu-sekutu NATO, sangat khawatir Rusia akan memaksa mereka kembali ke kekuasaan Moskow.

Sementara itu di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan akan kemungkinan aksi Rusia ketika Ukraina bersiap-siap memperingati hari kemerdekaannya pada Rabu (24/8/2022).

Zelensky mengatakan dalam pidato hariannya Minggu (21/8/2022) bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai "semua ancaman" Rusia, dan bahwa pesan-pesan serupa telah disampaikan ke Sekjen PBB Antonio Guterres dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Mereka paham apa yang dilakukan oleh penjajah dan ancamannya. Dan mereka paham bahwa Ukraina tidak akan menolerirnya. Ukraina tidak akan menolerir penyiksaan terhadap orang-orang yang merupakan pahlawan tanah air; mereka membela kemerdekaan rakyat dari penjajah di tanah air mereka," ujar Zelensky.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pemimpin Ukraina itu menyebutkan sebuah aksi yang mungkin akan dilakukan Rusia adalah mengadili sekelompok tentara Ukraina yang ditangkap dalam pengepungan di kota Mariupol, Ukraina.

"Apabila persidangan yang tercela ini dilakukan, apabila warga kami diseret ke persidangan dengan melanggar semua perjanjian, semua peraturan internasional, apabila ada penyelewengan... Ini akan menjadi batas di mana negosiasi apapun tidak mungkin dilakukan," imbuhnya.

Peringatan 31 tahun kemerdekaan Ukraina dari Soviet pada Rabu bertepatan dengan peringatan enam bulan invasi Rusia ke Ukraina.

Perang antar kedua negara tetangga itu bergejolak sejak invasi Rusia pada 24 Februari. Perang itu telah menewaskan pejuang di kedua sisi dan banyak warga sipil Ukraina. Konflik itu juga memaksa jutaan warga Ukraina mengungsi ke bagian barat negara itu, jauh dari medan tempur di Ukraina timur, atau ke negara-negara tetangga.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini