Share

Penelitian: Anjing Bisa Menangis saat Bertemu Kembali dengan Pemiliknya

Susi Susanti, Okezone · Rabu 24 Agustus 2022 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 24 18 2653660 penelitian-anjing-bisa-menangis-saat-bertemu-kembali-dengan-pemiliknya-MD4ZcrzbV6.jpg Anjing bisa menangis saat bertemu kembali dengan pemiliknya (Foto: picture alliance)

JEPANG – Menurut sebuah studi baru, yang diterbitkan tim peneliti Jepang di jurnal Current Biology, anjing dapat meneteskan air mata ketika bersatu kembali dengan pemiliknya setelah lama berpisah.

Selain itu, manusia cenderung lebih peduli pada anjing yang menangis, menunjukkan bahwa "air mata yang ditimbulkan oleh emosi" memainkan peran penting dalam ikatan antarspesies dan dapat memfasilitasi hubungan emosional manusia-anjing.

Studi ini didasarkan pada pengamatan perilaku sekitar 20 anjing, serta tes air mata Schirmer, yakni tes yang digunakan untuk memeriksa apakah mata dapat memproduksi air mata yang cukup yang dilakukan pada anjing. Penelitian tersebut menemukan anjing mengeluarkan lebih banyak air mata ketika bertemu pemiliknya setelah lima hingga tujuh jam berpisah, sementara bertemu dengan manusia lain yang mereka kenal tidak menimbulkan reaksi yang sama.

Baca juga: Penyelamatan Anjing Terbesar di AS, 4.000 Anjing Berhasil Diselamatkan dari Eksperimen Pengobatan

Menurut penelitian tersebut, produksi air mata anjing terkait dengan oksitosin, hormon kunci yang sama yang terlibat dalam ikatan sosial dan reproduksi pada manusia.

Baca juga: Imbas Musim Panas, Kucing dan Anjing Pakai Baju yang Dilengkapi Kipas Angin Seharga Rp1 Juta

Penelitian itu menyebutkan dengan menerapkan larutan yang mengandung oksitosin ke mata anjing meningkatkan produksi air mata dengan cara yang sama seperti ketika mereka bertemu kembali dengan pemiliknya.

“Dalam penelitian ini, kami menunjukkan bahwa anjing mengeluarkan air mata ketika bersatu kembali dengan pemiliknya, dan data kami menunjukkan bahwa sekresi air mata ini dimediasi oleh oksitosin. Ini adalah laporan pertama tentang emosi positif yang merangsang sekresi air mata pada hewan non-manusia, dan oksitosin berfungsi dalam sekresi air mata,” tulis studi tersebut, dikutip RT.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Tim peneliti mengatakan, tidak seperti hewan lain, anjing telah berevolusi atau telah dijinakkan melalui komunikasi dengan manusia dan telah memperoleh kemampuan komunikasi tingkat tinggi dengan manusia menggunakan kontak mata.

Karena itu, air mata anjing “mungkin berperan dalam memunculkan perilaku protektif atau pengasuhan dari pemiliknya” dengan cara yang mirip dengan ikatan antara manusia dan anak-anak mereka sendiri.

Orang-orang yang mengambil bagian dalam penelitian menunjukkan sikap yang lebih baik terhadap anjing yang menangis daripada rekan-rekan mereka yang bermata kering. Para peserta diperlihatkan gambar anjing, beberapa di antaranya dirawat dengan air mata buatan.

“Peserta manusia menilai kesan mereka pada foto anjing dengan atau tanpa air mata buatan dan mereka memberikan skor yang lebih positif pada foto dengan air mata buatan. Hasil ini menunjukkan bahwa air mata yang ditimbulkan oleh emosi dapat memfasilitasi hubungan emosional manusia-anjing,” ungkap penelitian tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini