Empat dari enam korban itu terkait dengan raksasa energi milik negara Rusia Gazprom atau salah satu anak perusahaannya. Sedangkan dua lainnya terkait dengan Lukoil, perusahaan minyak dan gas swasta terbesar Rusia.
Awal tahun ini, perusahaan mengambil sikap publik yang tidak biasa dengan berbicara menentang perang Rusia di Ukraina, menyerukan simpati bagi para korban, dan untuk mengakhiri konflik.
Menurut kantor berita negara Rusia TASS, Ketua Lukoil Ravil Maganov meninggal pada awal September setelah jatuh dari jendela sebuah rumah sakit di Moskow.
(Susi Susanti)