Share

Cuaca Ekstrem, Longsor Terjang 3 Kecamatan di Bandung Barat

Adi Haryanto, Koran Sindo · Rabu 14 September 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 525 2667220 cuaca-ekstrem-longsor-terjang-3-kecamatan-di-bandung-barat-d1GzA7FYnJ.jpg Longsor di Bandung Barat (Foto: Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat ada tiga kejadian bencana longsor pada awal pekan ini.

Bencana longsor itu dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga mengakibatkan sedikitnya 4 rumah rusak dan satu tembok penahan tanah (TPT) ambrol. Titik bencananya tersebar di Kecamatan Lembang, Ngamprah, dan Cipatat.

"Hasil pendataan kami mencatat ada tiga titik kejadian longsor yang diakibatkan hujan deras dan turun hampir setiap hari," kata Kepala BPBD KBB, Duddy Prabowo, Rabu (14/9/2022).

 BACA JUGA:Longsor di Ciamis, 2 Warga Meninggal dan 88 Jiwa Mengungsi

Kejadian bencana pertama terjadi di Kampung Cibangkonol RT 01/04, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat. Akibat peristiwa itu, tebing jalan sepanjang 8 meter dan tinggi 3 meter ambrol, sehingga jalan gang antar kampung tidak bisa dilewati kendaraan.

Lokasi kedua terjadi di Kampung Sukamekar RT 03/10, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang. Longsor merusak tiga rumah milik warga.

Bangunan tersebut berdiri di atas tanah yang labil sehingga ketika hujan deras tiba rumah ini langsung terdampak longsor. "Dinding rumah warga sepanjang 10 meter tinggi 3 meter serta lebar 4 meter ambruk, sehingga mengancam rumah," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sedangkan lokasi bencana terakhir berada di Perumahan The Awani Residence, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah. Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk lantaran air sungai Cihaur meluap. Akibat kejadian tersebut, jalan lingkungan sepanjang 10 meter amblas.

Pihak pengembang sudah menurunkan alat berat berupa excavator untuk memperbaiki jalan amblas dan normalisasi sungai. Sehingga saat ini kondisinya sudah kembali normal dan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kondisi cuaca ekstrem harus diwaspadai terhadap potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu dan dapat mengancam keselamatan jiwa," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini