Share

Buka Konferensi Lintas Agama, Paus: Agama Tidak Membenarkan Kejahatan Perang

Susi Susanti, Okezone · Kamis 15 September 2022 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 18 2667986 buka-konferensi-lintas-agama-paus-agama-tidak-membenarkan-kejahatan-perang-TOj25vKFeW.jpg Paus Fransiskus (Foto: Reuters)

VATIKAN – Menyinggung secara tidak langsung invasi Rusia ke Ukraina, Paus Fransiskus mengatakan kepada para pemimpin Gereja Ortodoks Rusia dan para pemimpin agama lainnya pada Rabu (14/9/2022) bahwa agama tidak boleh digunakan untuk membenarkan “kejahatan'' perang dan bahwa “Tuhan tidak boleh disandera oleh manusia yang haus akan kekuasaan.''

Paus membuka konferensi lintas agama di bekas republik Soviet di Kazakhstan dengan mengajak para delegasi untuk bersatu dalam mengutuk perang dan pembenaran agama untuk itu.

Dia mengutip seorang penyair Kazakhstan yang mengatakan bahwa “Dia yang membiarkan kejahatan dan tidak menentangnya tidak dapat dianggap sebagai seorang penganut agama sejati. Ia adalah orang yang beriman setengah hati.''

Baca juga: Paus Mengaku Sudah Berdialog dengan Putin dan Zelensky

Di antara 80 imam, patriark, rabi dan mufti adalah Metropolitan Anthony, yang bertanggung jawab atas hubungan luar negeri untuk Gereja Ortodoks Rusia, yang dengan tegas mendukung invasi Rusia. Bosnya, Patriak Kirill, seharusnya berpartisipasi dalam kongres itu tetapi membatalkannya bulan lalu.

Baca juga: Paus Tegang dengan Ukraina, Vatikan Coba Perbaiki Hubungan

Dikutip VOA, Kirill mendukung invasi Rusia atas dasar spiritual dan ideologis, dan menyebutnya sebagai pertempuran “metafisik'' dengan Barat. Ia memberkati pasukan Rusia yang berperang dan memunculkan gagasan bahwa orang-orang Rusia dan Ukraina sebetulnya bangsa yang sama.

Paus tidak menyebut Rusia atau Ukraina dalam sambutannya di konferensi Kazakhstan. Tetapi ia bersikeras bahwa para pemimpin agama sendiri harus memimpin dalam mempromosikan budaya perdamaian, karena akan munafik untuk mengharapkan bahwa orang-orang yang tidak percaya akan mempromosikan perdamaian jika para pemimpin agama tidak melakukannya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Jika Sang Pencipta, kepada siapa kita mengabdikan hidup kita selama ini, adalah pencipta kehidupan manusia, bagaimana mungkin kita yang menyebut diri kita orang-orang beriman menyetujui penghancuran kehidupan itu?'' tanyanya.

"Mengingat kesalahan dan kesalahan masa lalu, mari kita satukan upaya kita untuk memastikan bahwa Yang Mahakuasa tidak akan pernah lagi disandera oleh kehausan manusia akan kekuasaan,” lanjutnya.

Paus kemudian mengajukan tantangan kepada semua orang di ruangan itu untuk berkomitmen menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, bukan dengan senjata.

“Semoga kita tidak pernah membenarkan kekerasan. Semoga kita tidak pernah membiarkan sesuatu yang suci dieksploitasi oleh yang tidak suci. Yang suci tidak boleh menjadi penyangga untuk kekuasaan, atau kekuasaan tidak boleh menjadi penyangga bagi yang suci!,” ujarnya.

Kirill mengirim pesan ke kongres itu yang dibacakan oleh Anthony. Di dalamnya, patriark Rusia tidak menyebut perang secara khusus tetapi hanya masalah secara umum elama dua dekade terakhir yang disebabkan oleh “upaya untuk membangun dunia tanpa mempertimbangkan nilai-nilai moral.''

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini