BOGOR - Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakam Madang, Kabupaten Bogor mengalami pergeseran tanah. Hal itu disebabkan oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Untuk saat ini lebih pada disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dari bukit sebelah atas, pengamatan kami sementara itu. Memang di daerah Bojong Koneng dan khususnya Babakan Madang ini termasuk zona merah dan pergerakan tanah," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko, Kamis (15/9/2022).
BACA JUGA:Detik-Detik Kampung Curug Bogor Alami Tanah Bergerak
Tercatat sementara, ada 20 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pergerakan tanah dan 117 KK dengan 589 jiwa terancam. Tak hanya itu, faslitas umum seperti jalan dan musola juga rusak.
"Jadi kalau kita amati sampai ke ujung, ini potensinya akan terisolir karena ini tidak ada jalan keluar dari sini, kami himbau kepada warga juga bilamana cuaca hujan harus segera mencari tempat yang aman. (Kerusakan jalan) di radius satu kilometer dengan kedalaman 1 meter. Kenapa saya bilang satu kilo? karena tidak semuanya kena, hanya secara umum jalan ini tidak bisa dilalui, sangat rentan," ungkapnya.
BACA JUGA:Belasan Rumah Rusak Terdampak Pergerakan Tanah di Bogor, Warga Mengungsi
Untuk saat ini pergerakan tanah masih terasa meski intensitasnya menuruh dibandingkan kemarin. Beberapa warga juga masih mengungsi karena khawatir terjadi pergerakan tanah yang besar.
"Kita sediakan dua tenda BPBD, akan bertambah lagi tenda dan perlengkapan lainnya," tambahnya.
Di samping itu, Aris menilai bahwa solusi terbaik untuk kampung tersebut yakni direlokasi. Karena apabila masih bertahan akan membahayakan warga.
"Kalau melihat zonanya, lebih tepat di relokasi. Kalau rehabilitasi dikhawatirkan masih akan terjadi pergerakan lagi. Untuk kebutuhan sekarang dari pengamatan, untuk kebutuhan warga mungkin tempat hunian sementara, artinya tempat mengungsi. Logistik Insya Allah sudah disiapkan," tutupnya.
(Awaludin)