Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Sang Kakak Sebelum Remaja di Bogor Tewas Luka Bacok: Pamit Beli Minum

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Sabtu, 17 September 2022 |13:32 WIB
Cerita Sang Kakak Sebelum Remaja di Bogor Tewas Luka Bacok: Pamit Beli Minum
Ilustrasi/ Doc: Okezone
A
A
A

BOGOR - Keluarga tidak menyangka bahwa remaja berinisial F (18), harus pergi untuk selamanya dengan cara yang tragis. Korban sempat berpamitan untuk membeli minum sebelum dikabarkan tewas.

Hal itu disampaikan sang kakak Dwiki Bayu kepada wartawan usai melihat jenazah korban di Instalasi Forensik RS PMI Kota Bogor, Sabtu (17/9/2022).

 BACA JUGA:Ribuan Orang Antusias Ikuti Donor Darah yang Digelar PSMTI Jawa Timur

"Ketemu sama saya pas saya pulang kerja, a minta rokok atuh? Saya kasih terus saya bilang dek mau kemana lagi kasep? Beli aqua, terus saya bilang itu ada aqua air es engga mau, beli panter bareng sama si mamah keluarnya. Setelah itu saya tidur, 15 menit kemudian saya dibangunin nerima kabar kalau adik saya udah di sini (RS PMI)," kata Dwiki.

Dwiki mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi yang telah dialami oleh adiknya tersebut. Hanya saja mendapat informasi bahwa anak kedua dari empat bersaudara itu telah diserang.

 BACA JUGA:Ketua PSMTI Jawa Timur Minta Pengurus di Kabupaten/Kota Gelar Kegiatan Donor Darah Tiga Bulan Sekali

"Gak ada sih (keterangan). Saya ngedengernya itu doang (diserang), karena saya langsung tidur," ungkapnya.

Lokasi kejadian di kawasan Suryakencana atau Pasar Bogor itu memang dikenalnya rawan tawuran. Dirinya pun kerap menyuruh korban untuk segera pulang ketika melihat sedang nongkrong di lokasi.

"Engga sih (jarang nongkrong), kalau saya pulang turun lewat situ, pulang lu pulang langsung. Rawan daerah situ, Suryakencana rawan," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement