Share

4 Hari Tinggalkan Rumah, Nenek Ini Ditemukan Tewas di Kompleks Perkebunan

Angga Rosa (Koran Sindo), Koran Sindo · Selasa 20 September 2022 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 512 2671158 4-hari-tinggalkan-rumah-nenek-ini-ditemukan-tewas-di-kompleks-perkebunan-09VX8YV95s.jpg Seorang nenek ditemukan tewas di komplek perkebunan di Tuntang, Semarang. (Ist)

SEMARANG - Seorang nenek bernama Satiyem (80) asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di komplek perkebunan PTPN IX Getas, Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (20/9/2022).

Sebelum meninggal, nenek tersebut pergi meninggalkan rumah anaknya di Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, pada 16 September 2022.

Jenazah Satiyem ditemukan Ruminem (53) yang bekerja di perkebunan PTPN IX sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Ruminem hendak berangkat kerja di areal perkebunan tersebut.

Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

"Saat ini dalam penanganan Polsek Tuntang, dibantu jajaran Reskrim dan Inafis Polres Semarang. Kami juga menghubungi pihak keluarga serta Dinas Kesehatan Kecamatan Tuntang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Kapolsek Tuntang, AKP Sri Hartini menjelaskan, penemuan mayat ini bermula ketika Ruminem hendak berangkat kerja di di PTPN IX Kebun Getas, Tlompakan,Tuntang. Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Afdeling Banjar Dowo, Ruminem mencium bau tak sedap dan melihat mayat tergeletak di komplek perkebunan.

"Setelah memastikan yang ditemukannya adalah mayat manusia, saksi langsung melaporkan kepada mandor perkebunan. Selanjutnya melapor ke Polsek Tuntang," tuturnya.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Tuntang langsung berkoordinasi dengan Sat Reskrim dan Inafis Polres Semarang. Kemudian melakukan olah TKP dan memeriksa saksi saksi di lokasi kejadian.

"Setelah memeriksa saksi, diketahui bahwa korban mempunyai keluarga yang beralamat di Ngajaran, Tuntang. Kemudian pihak keluarga kami hadirkan di TKP penemuan untuk memastikan apakah mayat tersebut benar anggota keluarganya atau bukan," ujarnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Setelah diperiksa, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh mayat. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan. Selanjutnya, mayat tersebut dibawa ke rumah anaknya di Ngajaran, Tuntang.

Sementara itu, anak korban, Titin Parlina (44) mengatakan, ibunya sudah tua dan pikun serta juga sering pergi dari rumah berhari-hari tanpa pamit kepada pihak keluarga. Menurutnya, Satiyem meninggalkan rumah terakhir 16 September 2022 sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kami sempat mencarinya ke beberapa tempat, namun tidak ketemu. Ibu saya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini