Namun, saat Sekutu kalah perang dan Jepang memasuki Sumatera, Inggit dan Soekarno harus menghadapi tantangan baru. Meskipun mereka diizinkan meninggalkan Bengkulu dan diperintahkan untuk menuju Jakarta, mereka harus melakukan perjalanan darat menuju Padang melalui hutan belantara agar terhindar dari pasukan Jepang.
Setelah diasingkan di Bengkulu, akhirnya Soekarno dan Inggit resmi bercerai di Jakarta pada tahun 1942. Perceraiannya mereka disertai persyaratan yang dibuat oleh Soekarno di hadapan Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur.
"Fatma mendapatkan rumah tangga yang sudah jalan. Saya tidak bawa apa-apa ketika keluar dari rumah Pegangsaan Timur. Cuma sepasang anjing mainan saya dan tempat sirih pemberian Haji Sanusi,” kenang Inggit.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.