Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Sri Sultan Hamengku Buwono IX Terpaksa Pulang dari Kuliah Doktoralnya di Belanda

Nadilla Syabriya , Jurnalis-Kamis, 22 September 2022 |17:02 WIB
Cerita Sri Sultan Hamengku Buwono IX Terpaksa Pulang dari Kuliah Doktoralnya di Belanda
Sultan Hamengku Buwono IX (Foto; Ist)
A
A
A

Akan tetapi, dalam surat-surat dari runtah ia merasakan kecemasan keluarganya. la maklum, situasi memang darurat. Lagi pula ia mendengar, kesehatan ayahanda akhir-akhir ini mundur keadaannya.

“Ah, semoga saja studi yang tinggal sebentar ini dapat diselesaikan pada waktu lain dan naskah skripsi yang boleh dikatakan telah siap dan kini berada di kopernya itu dapat juga diajukan kepada sidang eurbelar di Universitas Leiden kelak,” ucap Sri Sultan Hamengku Buwono yang dikutip dari buku Takhta Untuk Rakyat.

Kini ia baru merasa bahwa sebenarnya ia tak pernah mengenal betul ayahnya. Hubungan antara mereka selalu hanya formal, dan satu jurang pemisah terasa menganga antara ayah dan anak. Keadaan seperti ini berlanjut terus selama ia berada di negeri orang karena dia juga bukan orang yang rajin menulis surat.

"Keadaan ini harus berubah, saya ingin menyelami pikiran dan cita cita ayah yang sebenarnya. Saya harus dekat dengan beliau, banyak ngomong dengan beliau," cetus niatnya waktu itu, yang ingin dilaksanakannya segera setelah sampai di tanah air.

Selama 23 tahun penuh ia lebih mengenal cara kehidupan Barat, cara berpikir dan bertindak sederhana telah mendarah daging pada dirinya, dan bahasa Belanda pun mengalir lebih lancar dari mulutnya. Bukannya ia lupa pada bahasa Jawa, tetapi selama bertahun-tahun praktik menggunakannya memang sangat kurang.

Selama berminggu-minggu menempuh pelayaran antara Holland dan Nederlands Indië, Dorodjatun benar-benar mempunyai banyak kesempatan untuk merenungkan keadaan dirinya, ayah-bundanya, keluarganya yang lain, dan hal-hal yang ada hubungannya dengan masa depannya.

Dan niatnya semakin mantap untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan ayahanda, sesuatu yang dianggap sebagai kunci penting dalam melangkah ke masa yang akan dihadapinya.

Namun, manusia boleh mempunyai rencana, Tuhan jugalah yang menentukan. Bagi Dorodjatun demikian jugalah keadaannya. Sedikit pun ia tak menyangka bahwa kejadian akan berubah begitu drastis, begitu ia menginjakkan kaki di bumi Betawi.

Jangankan mengenal ayahanda lebih akrab, bahkan kesempatan melepaskan rindu setelah perpisahan selama sembilan tahun pun hampir tak dialaminya. Dan seakan-akan sebelum ia menyadari betul apa yang terjadi, dalam waktu beberapa hari saja Dorodjatun yang masih berbau bangku kuliah itu telah menemukan dirinya menjadi putra mahkota Keraton Yogyakarta. Berarti dalam waktu dekat ia akan menjadi Sultan Hamengku Buwono IX.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement