Share

Musin Penghujan, BPBD Imbau Warga Waspadai Banjir Bandang di Lereng Gunung Arjuno

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 22 September 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 519 2672846 musin-penghujan-bpbd-imbau-warga-waspadai-banjir-bandang-di-lereng-gunung-arjuno-fP4uIafXfL.jpg Lokasi banjir bandang beberapa waktu lalu (foto: dok ist)

KOTA BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu tengah memetakan sejumlah titik rawan bencana. Pasalnya, saat ini Kota Batu sudah diprediksi memasuki awal musim hujan oleh BMKG sehingga rentan mengalami bencana alam.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengungkapkan, saat ini diakuinya kajian data terhadap daerah dengan potensi rawan bencana telah ada. Namun pihaknya juga masih melakukan pengkajian ulang melibatkan partisipasi masyarakat, untuk tambahan informasi titik-titik yang mereka ketahui sekiranya rawan terhadap ancaman bencana saat musim hujan.

"Saat ini proses pengkajian cepat, masih memetakan potensi ancaman bencana di Batu itu seperti apa, secara kajian memang sudah ada data, tapi perlu partisipasi masyarakat," kata Rochim saat ditemui di Kota Batu, Kamis (22/9/2022).

 BACA JUGA:Heboh Banjir Bandang Dahsyat di Wisata Curug Luhur, Ini Faktanya

Menurutnya, ada sejumlah ancaman bencana tahunan saat memasuki musim penghujan berupa tanah longsor dan banjir. Terlebih beberapa wilayah dinilai kurang memiliki saluran drainase air yang lebar, sehingga memunculkan air masuk ke permukiman warga.

"Kita memang ada titik-titik rutinitas tahunan longsor banjir, dan memang upaya dalam satu tahun terakhir ini upaya mitigasinya masih belum optimal. Jadi masih dimungkinkan terulang kembali kejadian - kejadian misalkan banjir longsor di spot - spot titik yang sudah kami petakan," tuturnya.

Ia menambahkan, dari tiga kecamatan yang ada di Kota Batu sebenarnya hampir menyeluruh ancaman bencana banjir. Tapi terbesar dikatakan Rochim berada di Kecamatan Bumiaji yang memiliki sungai berhulu di Gunung Arjuno. Apalagi di tahun 2021 lalu, Kecamatan Bumiaji ini juga sempat diterjang banjir bandang akibat tingginya curah hujan di lereng Gunung Arjuno.

 BACA JUGA:Banjir Bandang Terjang Desa Torue di Sulteng, 1.459 Orang Terdampak

"Paling banyak di Bumiaji. Kalau yang terpetakan di kami dan jadi perhatian salah satunya Beru, Kali Paron, itu rutinitas tahunan kajian kami. Kalau banjir di Kecamatan Batu ada, terutama di daerah-daerah permukiman yang kapasitasnya drainase kecil, saat hujan lebat akhirnya biasanya air meluap ke jalan, masuk rumah biasanya gitu," ujar dia.

Tetapi berkaca tahun kemarin ditambah kian masifnya alih fungsi lahan membuat daerah di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, memiliki tingkat kerawanan tinggi. Rochim mencatat ada tiga daerah di lereng Gunung Arjuno yakni Sumberbrantas, Sumbergondo, dan Giripurno, yang memiliki ancaman potensi banjir bandang.

"Salah satu lereng Arjuno menjadi kewaspadaan kita dengan pengalaman tahun kemarin, karena upaya mitigasinya belum bisa dilakukan secara maksimal. Harapannya semoga tidak sampai terjadi," pungkasnya.

Sebagai informasi banjir bandang cukup parah pernah memporak-porandakan sejumlah desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada November 2021 lalu. Banjir ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Arjuno dan kurangnya daerah resapan air.

Akibatnya 7 orang meninggal dunia dan membuat 142 jiwa harus mengungsi karena aliran banjir bandang di anak Sungai Brantas ini. Saat itu ada enam titik terparah, yakni di Desa Bulukerto, Sumberbrantas, Tulungrejo, Sidomulyo, Desa Bumiaji, serta Desa Punten. Mayoritas berada di wilayah Kecamatan Bumiaji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini