Share

Dukung Protes Kematian Mahsa Amini, Elon Musk Aktifkan Starlink Bantu Amankan Internet Warga Iran

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 24 September 2022 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 18 2674096 dukung-protes-kematian-mahsa-amini-elon-musk-aktifkan-starlink-bantu-amankan-internet-warga-iran-764b8FFbjT.jpg Aksi protes kian memanas akibat kematian Mahsa Amini di Iran (Foto: Reuters)

NEW YORK - Miliarder Elon Musk mengatakan di Twitter bahwa ia akan mengaktifkan perusahaan internet satelitnya, Starlink, untuk memberikan layanan internet kepada warga Iran terkait protes kematian Mahsa Amini.

Hal ini dilakukan dalam menanggapi pengumuman Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Anthony Blinken yang akan membantu mengamankan internet untuk waga Iran saat protes menentang kematian seorang wanita dalam tahanan polisi.

Dikutip BBC, Blinken mengatakan relaksasi parsial dari pembatasan internet adalah "langkah konkret untuk memberikan dukungan yang berarti bagi warga Iran yang menuntut agar hak -hak dasar mereka dihormati". Dia menambahkan pemerintah Iran harus "takut pada rakyatnya sendiri".

Dia mengatakan langkah itu akan membantu melawan upaya pemerintah Iran untuk "mengawasi dan menyensor" rakyatnya.

Baca juga: Protes Kematian Mahsa Amini Kian Memanas, AS Dukung Amankan Internet Bagi Warga Iran

Nantinya Starlink akan menyediakan layanan internet melalui jaringan satelit yang sangat besar dan ditujukan untuk orang-orang yang tinggal di daerah terpencil yang tidak bisa mendapatkan internet berkecepatan tinggi.

Baca juga: Depkeu AS Jatuhkan Sanksi pada Polisi Moral Iran, Asetnya di Amerika Bakal Dibekukan 

Pejabat AS mengatakan bahwa lisensi yang diperbarui tidak mencakup perangkat keras yang disediakan Musk tetapi perusahaannya dan yang lainnya dipersilakan untuk mengajukan izin ke Departemen Keuangan.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Seperti diketahui, setidaknya 35 orang telah terbunuh dalam kerusuhan terburuk di Iran selama bertahun -tahun.

Mahsa Amini, 22, jatuh koma minggu lalu, beberapa jam setelah polisi moral menangkapnya karena diduga melanggar aturan jilbab.

Petugas dilaporkan memukuli kepala Amini dengan tongkat dan membenturkan kepalanya ke salah satu kendaraan mereka. Polisi mengatakan tidak ada bukti penganiayaan dan bahwa dia menderita "gagal jantung mendadak".

Protes anti-pemerintah berlanjut ke hari ke-8 berturut-turut pada Jumat (23/9/2022), sementara demonstrasi pro-rezim juga terjadi di Teheran dan kota-kota lain.

Rekaman yang dibagikan di media sosial (medsos) pada Jumat (23/9/2022) menunjukkan banyak pengunjuk rasa berkumpul di beberapa lingkungan Teheran setelah gelap, sementara insiden lain terjadi di tempat lain negara itu. Dalam protes, para wanita menantang melepas jilbab mereka dan membakarnya, atau memotong rambut mereka di depan kerumunan yang bersorak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini