Share

Penumpang Ngaku Bawa Bom, Penerbangan Singapore Airlines Dikawal Jet Tempur

Nadilla Syabriya, Okezone · Kamis 29 September 2022 00:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 18 2677041 penumpang-ngaku-bawa-bom-penerbangan-singapore-airlines-dikawal-jet-tempur-VAP9v2MLrn.jpg Ilustrasi/ Doc: Antara

SINGAPURA - Seorang penumpang pesawat maskapai Singapore Airlines ditahan Kepolisian Singapura lantaran menyerang awak kabin dan mengaku membawa bom di tasnya. Atas pengakuannya itu, sejumlah jet tempur pun dikerahkan untuk mengawal pesawat tersebut.

Berdasarkan keterangan kepolisian setempat sebagaimana dilansir dari Straits Times, ancaman bom tersebut terjadi di dalam pesawat dengan nomor penerbangan SQ33, yang mengudara dari San Francisco, Amerika, menuju Singapura.

 BACA JUGA:Heboh Soal Tabloid Berbau Kampanye di Masjid, Kemenag Bakal Buat Tabloid Tandingan

Kepolisian menerima laporan ancaman bom pada Rabu (28/9/2022) pukul 02.04 waktu setempat dan langsung berkoordinasi dan mengerahkan jet tempur Singapura untuk mengawal pesawat tersebut. Pesawat pun dapat mendarat dengan selamat di Bandara Changi sekitar pukul 05.50 waktu setempat.

Setelah mendarat, pesawat itu pun langsung dibawa ke sebuah tempat untuk dilakukan pemeriksaan keamanan dari Kelompok Pertahanan Kimia, Biologi, Radiologi dan Bahan Peledak pada Angkatan Darat Singapura dan Divisi Kepolisian Bandara guna memverifikasi klaim tersebut.

 BACA JUGA:Bangun Sekolah Negeri dengan Konsep Net Zero, Anies: Jakarta Harus Setara dengan Kota Global Dunia!

"Ancaman itu kemudian diverifikasi sebagai palsu, dan orang yang mencurigakan telah ditangkap," tulis pernyataan Kementerian Pertahanan Singapura.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Namun, tidak dijelaskan secara rinci apa motif dari pria yang merupakan warga negara asing tersebut. Pihak Singapura juga tidak mengungkap asal WNA itu.

Kepolisian menyatakan pria itu ditangkap di bawah Regulasi 8(1) Aturan (Langkah Anti-Terorisme) Perserikatan Bangsa-bangsa dan atas dugaan mengonsumsi obat-obatan terlarang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini