Share

Diduga Disiksa saat Diksar, Maba PTN di Palembang Dilarikan ke Rumah Sakit

Dede Febriansyah, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 610 2679831 diduga-disiksa-saat-diksar-maba-ptn-di-palembang-dilarikan-ke-rumah-sakit-ofrVMUr3WV.jpeg Illustrasi (foto: freepick)

PALEMBANG - Potret dunia pendidikan kembali heboh. Kali ini terjadi dugaan penganiayaan mahasiswa baru (Maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Bumi Perkemahan Gandus Palembang.

 BACA JUGA:2 Bulan Hilang, Gadis Cianjur Dipaksa Nikah Siri dan Alami Penganiayaan

Maimunah, ibu dari mahasiswa baru UIN Raden Fatah Palembang bernama Umar mengatakan, bahwa anaknya mengalami sejumlah luka akibat mengikuti Diksar yang dilaksanakan selama empat hari sejak 29 September hingga 2 Oktober kemarin.

"Anak saya mengalami penyiksaan, banyak luka, ada luka karena disundut api rokok di bagian muka. Gara-gara itu dia trauma ke kampus dan ingin putus kuliah," ujar Maimunah saat ditemui di Rumah Sakit Hermina Palembang, Senin (3/10/2022).

 BACA JUGA:Bocah 6 Tahun, Korban Penganiayaan oleh Ibu Angkat, Akhirnya Dipertemukan dengan Ibu Kandungnya

Hingga kini, Umar diketahui masih terbaring lemah di rumah sakit akibat menderita sejumlah luka seperti bengkak di bagian telinga, mata, lengan lebam membiru dan juga terdapat bekas pukulan di kepala.

"Dia juga mengalami kekerasan seksual, ditelanjangi dan disiksa. Biadab sekali mereka memperlakukan anakku seperti binatang," ucap Maimunah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Maimunah menyebutkan, jika dari pihak kampus UIN Raden Fatah telah berkunjung ke rumah sakit. Namun, belum banyak informasi yang disampaikan pihak kampus terkait permasalahan ini.

Sementara ayah Umar, Rusdi mengungkapkan, jika penganiayaan yang dialami anaknya tersebut meninggalkan trauma yang mendalam.

"Keluarga sangat sedih dengan pendidikan Umar, mau lanjut atau tidak kita belum tahu. Pihak keluarga berharap agar peristiwa ini dapat diusut oleh pihak kampus," ucap Rusdi.

Sementara itu Kapolsek Gandus, AKP Wanda Dhira Bernard membenarkan adanya laporan tersebut. "Iya, sudah ada laporan. Saat ini masih kita selidiki," ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini