Share

Lewati 'Garis Tengah', Menhan Taiwan: China 'Menghancurkan' Perjanjian Diam-Diam di Selat Taiwan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 18 2681277 lewati-garis-tengah-menhan-taiwan-china-menghancurkan-perjanjian-diam-diam-di-selat-taiwan-40C5T44StU.jpg Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng (Foto: Reuters)

TAIPEI - Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng pada Rabu (5/10/2022) mengatakan China telah menghancurkan kesepakatan diam-diam tentang gerakan militer di Selat Taiwan dengan melintasi "garis tengah" tidak resmi yang mengalir di perairan itu.

Chiu mengatakan kepada parlemen Taiwan bahwa Taiwan akan bereaksi jika China melewati "garis merah".

Dia tidak mengatakan apa itu "garis merah" Taiwan tetapi mengatakan itu termasuk pesawat China, termasuk drone, yang terbang ke wilayah Taiwan. Dia tidak mengidentifikasi garis median sebagai "garis merah".

Baca juga: Kisruh China-Taiwan Semakin Memanas, Selat Taiwan Jadi Titik Rebutan

"Garis median seharusnya menjadi kesepakatan diam-diam untuk semua orang," kata Chiu dalam rapat komite parlemen, dikutip Reuters.

Baca juga: Militer China Dikerahkan di Perairan dan Udara di Sekitar Selat Taiwan 

"Perjanjian diam-diam itu telah dihancurkan,” lanjutnya.

Chiu mengatakan perlintasan China di garis tengah menunjukkan cara baru dalam melakukan sesuatu, yang akan ditentang Taiwan.

"Mereka ingin membangun new normal tapi kami tidak berubah. Kami akan berdiri teguh ketika mereka datang. Kami tidak menyerah,” ujarnya.

Beberapa pejabat Taiwan dan analis keamanan mengatakan akan sulit bagi pulau itu untuk mempertahankan garis tengah tanpa meningkatkan risiko eskalasi berbahaya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

China, yang memandang pulau yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, melakukan latihan skala besar termasuk menembakkan rudal ke Taipei pada Agustus lalu untuk menunjukkan kemarahannya atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Kegiatan militer China di dekat Taiwan terus berlanjut sejak itu, meskipun pada tingkat yang jauh berkurang, dan pesawat militer China secara rutin melintasi garis tengah, yang selama bertahun-tahun bertindak sebagai penghalang tidak resmi antara kedua belah pihak.

China tidak pernah secara resmi mengakui garis yang dibuat oleh seorang jenderal AS pada 1954 pada puncak permusuhan Perang Dingin antara Komunis China dan Taiwan yang didukung AS meskipun Tentara Pembebasan Rakyat sangat menghormatinya.

Selat Taiwan lebarnya sekitar 180 km dan pada titik tersempitnya, garis tengahnya sekitar 40 km dari perairan Taiwan.

Selama bertahun-tahun, China diam-diam mengakui garis median yang tidak ditandai tetapi pada tahun 2020 seorang juru bicara kementerian luar negeri menyatakan itu "tidak ada". China mengatakan angkatan bersenjatanya memiliki hak untuk beroperasi di sekitar Taiwan karena itu adalah wilayah China.

Sementara itu, Taiwan menolak klaim kedaulatan China, dengan mengatakan karena China tidak pernah memerintah Taiwan, hanya 23 juta penduduk pulau itu yang memiliki hak untuk memutuskan masa depan mereka.

Berbicara kepada wartawan sebelumnya pada Rabu (4/10/2022), Chiu mengatakan memperpanjang wajib militer lebih dari empat bulan adalah masalah "urgensi", tetapi kementerian masih dalam pembicaraan dengan lembaga pemerintah lainnya untuk mencari tahu rinciannya5

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini