"Untuk proses hukum dan penyelidikannya kami serahkan kepada penyidik yang melakukannya. Kita juga mengharapkan kepada pihak rektorat kampus agar jangan hanya memanggil saja, tapi juga memberikan sanksi tegas kepada para pelaku berupa dikeluarkan dari kampus," jelasnya
Sementara itu, korban Arya mengaku, jika dirinya memang membocorkan informasi internal organisasinya mengenai Diksar tersebut. "Apa yang saya sampaikan itu benar sesuai fakta di lapangan," katanya.
Saat peristiwa pengeroyokan tersebut, Arya hadir pada hari kedua kegiatan Diksar. Dan di saat itulah terjadi pemeriksaan terhadap ponselnya.
"Saat ponsel saya diperiksa oleh mereka, mereka melihat pesan WhatsApp yang berisikan informasi itu. Kemudian ponsel saya disita hingga terjadi pemukulan," jelasnya.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.