Share

Percepat Penyelidikan Penembakan Massal Tewaskan 37 Orang, PM Thailand Perintahkan Panglima Polisi Turun Tangan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682613 percepat-penyelidikan-penembakan-massal-tewaskan-37-orang-pm-thailand-perintahkan-panglima-polisi-ikut-turun-tangan-Vtkk6QJxxr.jpg PM Thailand Prayut Chan-ocha (Foto: Reuters)

BANGKOK - Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-ocha menggambarkan insiden penembakan massal yang menewaskan 37 orang di sebuah tempat penitipan anak sebagai hal yang mengejutkan. Dia juga mendesak semua pihak untuk membantu merawat korban yang terluka.

"Perdana menteri telah menyatakan belasungkawa atas insiden penembakan itu," kata seorang juru bicara pemerintah, dikutip The Independent.

“Ini tidak boleh terjadi. Saya merasakan kesedihan yang mendalam terhadap para korban dan kerabat mereka,” lanjutnya.

 Baca juga: Penembakan Massal Tewaskan 37 Orang di Thailand, Pembantaian Terburuk dalam Sejarah

PM juga telah memerintahkan Letnan Jenderal Yanyong Wech-Osoth, panglima polisi, untuk terbang ke Nong Bua Lamphu untuk mempercepat penyelidikan.

Baca juga: Penembakan Massal 37 Orang Tewas di Thailand, Saksi Mata: Darah Ada di Mana-Mana

Seperti diketahui, seorang mantan polisi menyerang sebuah tempat penitipan anak yang juga menjadi taman kanak-kanak di Thailand pada Kamis (6/10/2022). Penyerangan ini menewaskan 37 orang, dengan sebagian besar korban adalah anak-anak dan guru dalam pembantaian paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Polisi mengatakan pelaku adalah seorang mantan polisi yang baru saja dipecat pada Juni lalu karena masalah kepemilikan narkoba. Usai melakukan penembakan, pelaku pulang ke rumah lalu membunuh istri dan anaknya sendiri di rumah sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri.

Kematian terkait senjata api di Thailand jauh lebih rendah daripada di negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Brasil. Namun lebih tinggi daripada di negara-negara seperti Jepang dan Singapura yang memiliki undang-undang pengendalian senjata yang ketat. Bulan lalu, seorang petugas menembak rekan kerja di Army War College di Bangkok, menewaskan dua orang dan melukai yang lain sebelum dia ditangkap.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini