Share

Bocah 11 Tahun Diduga Disetubuhi Senior di Toilet, Pihak Sekolah Dituduh Menutupi Masalah

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682629 bocah-11-tahun-diduga-disetubuhi-senior-di-toilet-pihak-sekolah-dituduh-menutupi-masalah-vn5owCtiGl.jpg Ilustrasi rudapaksa (Foto: PTI)

INDIA - Polisi di India sedang menyelidiki tuduhan bahwa seorang siswi berusia 11 tahun telah diperkosa oleh dua siswa senior di toilet sekolah.

Dugaan penyerangan itu terjadi pada Juli lalu tetapi terungkap pada Kamis (6/10/2022) setelah disorot oleh Komisi Wanita Delhi (DCW).

DCW telah meminta penyelidikan tentang peran otoritas sekolah dalam dugaan kejahatan tersebut.

Polisi telah mendaftarkan sebuah kasus, tetapi mereka belum melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Baca juga: Hadir di Sidang Dengarkan Saksi, Tante Korban Rudapaksa di Warakas Ungkap Kronologi Kejadian

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (5/10/2022), Ketua DCW Swati Maliwal mengatakan gadis itu, seorang siswa dari sekolah yang dikelola pemerintah di ibukota, Delhi, pergi ke ruang kelasnya pada Juli ketika dia bertabrakan dengan dua anak laki-laki - keduanya siswa sekolah menengah di sekolah yang sama.

Baca juga: Mabuk Miras, Seorang Pria Rudapaksa Istri Penjual Nasi Bebek 

“Gadis itu mengatakan bahwa dia meminta maaf kepada anak laki-laki itu, tetapi mereka mulai melecehkannya dan membawanya ke dalam toilet, mengunci pintu dan diduga memperkosanya,” tambah pernyataan itu, dikutip BBC.

Maliwal mengatakan gadis itu juga menuduh otoritas sekolah "menutupi masalah ini".

Dia menuduh bahwa dia telah memberi tahu seorang guru tentang apa yang terjadi, tetapi diberitahu bahwa "anak-anak lelaki itu telah diusir".

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sangat disayangkan bahwa bahkan sekolah tidak aman untuk anak-anak di ibu kota," kata Maliwal.

Dia menambahkan bahwa peran otoritas sekolah harus diselidiki dan polisi harus mengambil tindakan terhadap "guru sekolah dan staf lain" yang tidak melaporkan dugaan penyerangan tersebut.

Sekolah telah menyatakan bahwa gadis itu tidak melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah, tetapi telah memerintahkan penyelidikan.

Polisi mengatakan mereka telah mendaftarkan pengaduan di bawah Undang-Undang Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual (Pocso), dan telah membuka penyelidikan.

Mereka menambahkan pihaknya telah menginterogasi guru dan siswa yang dicurigai.

Pengawasan terhadap kekerasan seksual di India telah berkembang sejak pemerkosaan beramai-ramai secara brutal pada 2012 dan pembunuhan seorang wanita muda di bus Delhi.

Kejahatan brutal menyebabkan kemarahan besar-besaran di negara itu dan memaksa pemerintah untuk memberlakukan undang-undang anti-pemerkosaan yang lebih keras, termasuk hukuman mati dalam kasus yang jarang terjadi.

Namun terlepas dari undang-undang yang ketat, data menunjukkan jumlah kejahatan seksual terhadap perempuan tidak berkurang.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini