PYONGYANG - Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mengirimkan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, yang berulang tahun ke-70 pada 7 Oktober. Ia mengucapkan selamat karena Putin “menghancurkan tantangan dan ancaman Amerika Serikat (AS)” – pertanda baru semakin dekatnya hubungan kedua negara.
Korea Utara mencoba memenuhi kebutuhan Rusia akan hubungan pertemanan.
Dengan semakin meningkatnya upaya untuk mengisolasi Rusia setelah invasinya ke Ukraina, Moskow semakin menghargai hubungannya dengan Korea Utara.
Baca juga: Pernah Ditempa dalam Perang Anti-Jepang, Rusia Janji Perluas Hubungan dengan Korea Utara
Berikut ini gambaran seperti apa hubungan kedua negara bermula, dan bagaimana keduanya menjadi semakin dekat.
Baca juga: Ulang Tahun ke-70, Putin Dapat Hadiah Traktor hingga Buah Semangka dan Melon
1. Dukungan Politik
Dikutip VOA, Korea Utara yang berpaham komunis didirikan pada masa awal Perang Dingin dengan dukungan Uni Soviet.
Korea Utara kemudian berperang melawan Korea Selatan dan sekutu-sekutu Baratnya hingga menemui jalan buntu dalam Perang Korea pada tahun 1950-1953.
Negara itu amat bergantung pada bantuan Soviet selama puluhan tahun.
Keruntuhan Uni Soviet tahun 1990-an memicu gelombang kelaparan yang mematikan di Korea Utara.
Para pemimpin Pyongyang terdahulu kerap menggunakan Beijing dan Moskow untuk menyeimbangkan satu sama lain.