Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gubernur Ridwan Kamil Sambangi Rumah Mahasiswi yang Terseret ke Saluran Air

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |12:32 WIB
Gubernur Ridwan Kamil Sambangi Rumah Mahasiswi yang Terseret ke Saluran Air
Ridwan Kamil menyambangi rumah mahasiswi yang hilang terseret arus (Foto: MPI)
A
A
A

BOGOR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi rumah mahasiswi IPB Adzra Nabila (20) yang terseret ke saluran air di Jalan Dadali, Kota Bogor. Ridwan Kamil turut mendoakan agar segera ditemukan tim SAR.

"Kita doakan mudah-mudahan segera ditemukan dan doa dari saya juga, untuk terus memonitor pencarian," kata Ridwan Kamil kepada wartawan di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (14/10/2022).

Emil mengatakan, cuaca ekstrem melanda beberapa wilayah seperti Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Curah hujan yang tinggi memang dapat berpotensi menimbulkan bencana terutama banjir dan longsor.

"Curah hujan begitu tinggi, besar, dan berturut-turut. Memang curah hujan biasanya kejadian kebencanaan ada dua, banjir dan longsor. Oleh karena itu, kita memonitor terus siaga 1. Udah saya arahkan juga Walikota dan Bupati untuk mengingatkan warganya. Di dalam kewaspadaan itulah tentunya ada musibah-musibah yang tidak bisa dihindari. Salah satunya neng Ara (Adzra Nabila) ini yang hanyut sampai hari ini terus kita lakukan pencarian," ungkapnya.

Juga termasuk korban bencana lainnya seperti longsor yang masih dalam pencarian. Tim SAR dan lainnya terus bahu-membahu mencari para korban.

"Intinya kita saling dukung, mudah-mudahan semuanya bisa kita tangani dengan baik. Karena dari 35 grup relawan, semua bahu-membahu. Khusus neng Ara, tadi saya usulkan mulai pakai drone ya. Sambil mencari yang terjauh, tetap sisir ulang dari titik nol lagi. Dulu juga almarhum Eril juga kan begitu. Kita sudah cari sejauh itu, ditemukannya justru di titik nggak terlalu jauh," tutur Emil.

Selain itu, Emil meminta kepada RT RW yang wilayah yang dilintasi aliran sungai agar warganya turut membantu memantau sungai. Termasuk meminta pemerinta daerah juga terus mewaspadai potensi bencana menghadai cuaca ekstrem.

"Saya minta diinformasikan ke RT RW yang ada dialiri air sungai itu supaya mungkin sambil warganya berkegiatan, sambil memonitor juga. Dari dulu, setiap masuk bulan September biasanya siaga 1 untuk curah hujan. Yang hubungannya banjir dan longsor sampai BMKG menyatakan potensi hujannya sudah mulai surut. Tapi selama BMKG masih bilang cuacanya agak besar, kita terus siaga 1," tutupnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement