Peristiwa itu, terjadi setelah empat hari pendudukan Yunani di Izmir. Kemudian mengundang delegasi untuk kongres di Erzurum Juli 1919 yang dikenal dengan kongres Erzurum. Pada kongres tersebut menghasilkan resolusi Pakta Nasional yang menekankan tekad rakyat Turki untuk berjuang untuk kemerdekaan nasional.
Damad Ferid kembali menjadi wazir pada 5 April 1920. Dengan dukungan kelompok agama, ia bertekad untuk menghancurkan kelompok pendukung Mustafa Kemal.
Mustafa Kemal dan pendukungnya dihadapkan pada tekanan dari berbagai arah. Terjadi pemberontakan lokal, pasukan resmi Ottoman, dan konflik dengan Yunani. Kebutuhan mendesak pertama adalah membangun fondasi resmi sebelum melakukan tindakan apa pun.
Pada 23 April 1920, Majelis Nasional Besar bertemu di Ankara dan secara tegas menyatakan bahwa pemerintahan sultan harus menentang penjajahan asing. Undang-Undang Dasar 20 Januari 1921 menyebutkan, majelis menyatakan bahwa kedaulatan adalah milik bangsa. Majelis dianggap sebagai wakil bangsa yang sejati dan satu-satunya.
Nama negara dinyatakan sebagai Turki (Türkiye), dan kekuasaan eksekutif dipercayakan kepada dewan eksekutif yang dipimpin oleh Mustafa Kemal. Mustafa Kemal akhirnya bisa berkonsentrasi penuh pada perang dan berhasil meredam pemberontakan lokal serta mengalahkan pasukan Ottoman.
Pada 1920-1921, pasukan Yunani membuat kemajuan besar, dan hampir mencapai Ankara. Kemudian, berhasil dikalahkan pada Pertempuran Sungai Sakarya, 24 Agustus 1921 serta membawa Turki menduduki Izmir pada 9 September 1922.