Exit poll juga menunjukkan bahwa Partai Zionis Religius yang dipimpin anggota parlemen ultranasionalis Itamar Ben-Gvir memenangkan 14-15 kursi, yang menjadi partai terbesar ketiga di Israel. Bezalel Smotrich, Ketua Partai Zionis Religius, mencuit di Twitter bahwa partainya "mencetak sejarah." Pemimpin propemukim itu menulis: "Ini adalah hari di mana Tuhan menurunkan wahyu dan kami bersukacita di dalamnya."
Adapun Hadash-Ta'al, aliansi dua partai Arab yang tidak mendukung kubu mana pun, diproyeksikan memenangkan empat kursi.
Pemilu tersebut diadakan setelah pemilu sebelumnya digelar hingga berulang kali dengan hasil yang kurang meyakinkan, sehingga melumpuhkan sistem politik Israel selama hampir empat tahun.
Sementara itu, dalam pernyataannya pada Selasa (1/11/2022), Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengecam pemilu tersebut, dengan mengatakan bahwa pemilu itu "tidak akan memberikan legitimasi apa pun kepada Israel."
Abdul Latif al-Qanou, juru bicara Hamas di Gaza, dalam sebuah pernyataan, mengatakan siapa pun yang memenangkan pemilu itu,"Israel akan tetap menjadi kekuatan pendudukan permanen di tanah Palestina.
(Susi Susanti)