Share

Ibu Kota Jepang Mulai Akui Pasangan Sesama Jenis

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 03 November 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 18 2700068 ibu-kota-jepang-mulai-akui-pasangan-sesama-jenis-Rm5T5pGaIs.jpg Foto: Reuters.

TOKYO – Ibu Kota Jepang, Tokyo telah mulai meluncurkan skema sertifikat persekutuan untuk pasangan sesama jenis, yang memungkinkan mereka untuk diperlakukan sebagai pasangan menikah untuk layanan publik tertentu. Ini merupakan pertama kalinya Tokyo meresmikan pengakuan pasangan sesama jenis, meski belum berstatus sama seperti pernikahan.

Beberapa berharap ini bisa menjadi langkah menuju seluruh Jepang yang merangkul kesetaraan. Saat ini Jepang merupakan satu-satunya negara dalam kelompok negara maju G7 yang tidak mengakui pernikahan sesama jenis.

BACA JUGA: Dekriminalisasi Hubungan Seks Sesama Pria, Singapura Tetap Larang Pernikahan Sesama Sejenis

Namun, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan sebagian besar orang Jepang mendukung pernikahan gay, menurut laporan BBC.

Menurut survei yang dilakukan pada 2021 oleh penyiar publik Jepang NHK, 57% mendukung, sementara hanya 37% yang menentang.

Terlepas dari dukungan luas ini, pengadilan distrik di Osaka memutuskan awal tahun ini bahwa larangan pernikahan sesama jenis yang ada adalah konstitusional. Kemudian, pada Oktober, Noboru Watanabe - perwakilan lokal untuk Partai Demokrat Liberal yang berkuasa - menyebut pernikahan sesama jenis "menjijikkan". Komentar itu banyak dikritik.

BACA JUGA: PM Belanda: Putri Mahkota Bisa Menikah dengan Wanita dan Menjadi Ratu

Namun, ada gerakan menuju kesetaraan yang lebih besar. Skema itu diluncurkan di wilayah metropolitan Tokyo pertama kali didirikan di salah satu distriknya pada 2015, sejak menyebar ke sembilan distrik lagi dan enam kota di barat wilayah metropolitan, menurut situs berita Asahi Sinbun.

Sertifikat itu - yang juga telah diperkenalkan di delapan prefektur lain di seluruh Jepang - akan memungkinkan pasangan sesama jenis diperlakukan sama seperti pasangan menikah dalam hal perumahan, obat-obatan, dan kesejahteraan. Tapi mereka tidak akan membantu dengan masalah seperti adopsi, warisan dan visa pasangan.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Siapa pun yang berusia di atas 18 tahun yang tinggal atau bekerja di Tokyo diizinkan untuk mendaftar, dengan 137 aplikasi telah diajukan pada Jumat, (28/10/2022).

Untuk pasangan seperti Miki dan Katie, sertifikat itu menghilangkan beban pikiran mereka.

"Ketakutan terbesar saya adalah bahwa kami akan diperlakukan sebagai orang asing dalam keadaan darurat," kata Miki - yang meminta mereka hanya disebut dengan nama depan - kepada kantor berita AFP.

Soyoka Yamamoto - seorang juru kampanye hak-hak LGBT yang termasuk orang pertama yang mengambil sertifikatnya pada Selasa - mengatakan kepada wartawan bahwa dia dengan tulus berharap "kita dapat mempercepat upaya untuk menciptakan masyarakat di mana hak-hak minoritas seksual dapat dilindungi, dan dibuat lebih setara".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini