“Wajar semakin banyak yang mempertanyakan tujuan China yang tak lain menikmati persaingan politik lokal untuk keuntungan mereka daripada tujuan awal menekan tingkat kejahatan yang Beijing gaungkan pada awal proyek CCTV di Uganda,” jelas AB Solissa.
Peningkatan pembangunan pusat pemerintah serta infrastruktur komunikasi oleh China tidak disertai dengan metode pengawasan data yang kuat. Akibatnya hal ini telah menimbulkan gejolak di Afrika.
Tidak sedikit komunitas global menilai bahwa ini merupakan cara China menggunakan Afrika untuk mendapatkan keuntungan signifikan atas aspirasi dominasi globalnya.
“Seyogianya, Afrika, dan negara-negara dunia harus menahan diri dari utang manis China, untuk tetap menjaga kedaulatan wilyah dan mempertahankan penjagaannya di bidang keamanan siber,” pungkas AB Solissa.
(Fahmi Firdaus )