Share

Banjir dan Tanah Longsor Menerjang 9 Kecamatan di Kebumen

Eka Setiawan , MNC Portal · Selasa 08 November 2022 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 512 2702948 banjir-dan-tanah-longsor-menerjang-9-kecamatan-di-kebumen-rD6m2a0IqQ.jpg Ilustrasi (Foto : Antara)

KEBUMEN – Bencana hidrometeorologi menimpa sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Bencana itu mulai dari banjir, angin kencang hingga tanah longsor. Salah satu wilayah terdampak ada di Kabupaten Kebumen.

Di kabupaten itu, setidaknya ada 6 kecamatan terdampak banjir; Kecamatan (Kec) Ayah, Kecamatan Kutowinangun, Kecamatan Buayan, Kecamatan Padureso, Kecamatan Buluspesantren dan Kecamatan Ambal. Tanah longsor terjadi di 3 kecamatan; Kecamatan Ayah, Kecamatan Buayan dan Kecamatan Poncowarno. Sementara angin kencang terjadi di Kecamatan Ayah.

“Waktu kejadian pada 5 – 6 November 2022,” tulis keterangan resmi Posko AJU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah yang diterima MNC Portal Indonesia, Senin (7/11/2022) malam.

Penyebab kejadiannya adalah cuaca ekstrim dan hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi cukup lama sejak Sabtu hingga Minggu (5-6 November 2022).

Dampak bencana itu membuat banjir di 47 titik di 16 desa di 6 kecamatan. Tanah longsor di 288 titik di 14 desa, 5 kecamatan. Angin puting beliung di 3 titik di 3 desa 2 kecamatan. Bencana itu menyebabkan 142 jiwa dari 43 Kepala Keluarga (KK) mengungsi.

Kondisi terkini di masing-masing wilayah terdampak, berdasar keterangan Posko AJU BPBD Jateng, berbeda-beda.

Terinci di Kecamatan Ayah, Desa Pasir ada 18 rumah di wilayah RT01/RW01, RT01/RW03 dan RT01/RW03 terdampak banjir dengan ketinggian 10-20 cm. kondisi saat ini sudah surut, warga membersihkan lumpur secara mandiri. Di Desa Jatijajar hujan lebat menyebabkan banjir di RT03/RW07 ada 40 KK dan RT04, RT06 masuk wilayah RW06 ada 80 KK terdampak. Di sana, kondisi hingga kemarin belum surut.

Di Desa Jladri Kecamatan Buayan, banjir akibat luapan sungai akibatkan beberapa wilayah terendam dan beberapa warga mengungsi, yakni di wilayah RT01/RW06 dan RT02/RW02.

Di Desa Baliangsal Kec. Padurejo banjir menimpa Dukuh Jatiteken Kulon RT03/RW04. Banjir akibat luapan sungai itu berdampak kandang ternak sapi dan ayam milik warga hancur, 3 ekor sapi terselamatkan dan 15 ayam milik warga hanyut. Kondisi saat ini air sudah surut, warga membersihkan lumpur secara mandiri. Pengungsinya 22KK terdiri 81 jiwa sudah kembali ke rumah masing-masing.

Di Kecamatan Buluspesantren ada 4 desa terdampak. Masing-masing; Desa Banjurmukadan di RT01, 02 dan 04 banjir menggenangi pemukiman dengan ketinggian air 50 cm. Desa Banjurpasar banjir menggenangi wilayah RW03 dan RW04 dengan ketinggian air 50 cm. Desa Waluyo ada 12 RT di 2 RW banjir menggenangi pemukiman dengan ketinggian air 40 cm. Desa Ayam Putih RT01/RW04 terjadi tanah longsor menyebabkan jalan desa menuju Pantai Hepy lebar 4 meter panjang sekira 10 meter jebol. Air juga menerjang persawahan milik petani warga desa setempat.

Di Kecamatan Ambal Desa Plempukan Kembaran, persawahan sekitar sekolah tergenang dan menyebabkan tembok sekolah sepanjang 35 meter roboh.

Untuk kejadian tanah longsor, terinci ada 8 desa di Kec. Ayah terdampak. Masing-masing Desa Argopeni ada 24 rumah terdampak longsor. Di sana, tanah longsor juga berdampak padai obyek wisata pantai dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pedalen, merusak beberapa perahu nelayan dan bangunan. Material longsor dengan ketebalan 30 cm hingga 50 cm menutup pelataran TPI.

Follow Berita Okezone di Google News

Desa Karangduwur ada 75 rumah terdampak, Desa Pasir ada 39 rumah terdampak, Desa Srati ada 6 rumah terdampak, Desa Banjarharjo pada 43 rumah terdampak, Desa Jintung 46 rumah terdampak berikut jalan desa, Desa Argosari 6 titik dan di Desa Ayah ada 1 titik di mana tanah longsor menutup akses jalan Provinsi, yakni Jalan Ayah – Karangbolong, kondisinya sudah ditangani alat berat.

Di Kec. Sadang ada di Desa Seboro 1 titik. Di Kec. Buayan terinci 21 titik terdampak longsor di Desa Karangbolong dan 19 titik terdampak longsor di Desa Jladri.

Di Kec. Poncowarno longsor terjadi di Desa Kedungdowo.di Kec. Karanggayam ada 2 titik longsor, yakni di Dukuh Siluk RT04/RW02 akibat hujan lebat pada Senin 7 November 2022 menimpa rumah milik Tasno, kondisi terkini belum tertangani. Insiden yang sama juga menimpa Dukuh Karanganyar RT03, Dukuh Pucung RT09/RW03 Desa Logandu, longsor menimpa rumah milik Keluarga Saedi dan Keluarga Naidi.

Bencana angin puting beliung yang menimpa Kec. Ayah, terinci di Desa Argopeni di RT03/RW05 pohon tumbang menimpa rumah milik keluarga Miswan, Desa Grogolpentaus pohon pete tumbang di RT04/RW02 menimpa rumah milik Alif Kusman dan Desa Grogolbeningsari RT03/RW02 pohon kelapa tumbang menimpa rumah Miswan. Statusnya sudah ditangani.

Otoritas terkait telah melakukan pendataan dan koordinasi lebih lanjut, penanganan dengan kerja bakti hingga pendistribusian bantuan logistik untuk kerja bakti, bantuan material dan karung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini