Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Waspada Hujan Deras dan Gelombang Tinggi di Bengkulu

Antara , Jurnalis-Kamis, 17 November 2022 |14:52 WIB
BMKG: Waspada Hujan Deras dan Gelombang Tinggi di Bengkulu
Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)
A
A
A

BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pulau Baai Bengkulu menyatakan beberapa hari ke depan terjadi hujan dengan intensitas lebat dan gelombang tinggi di perairan Bengkulu.

"Untuk beberapa hari ke depan wilayah Provinsi Bengkulu akan terjadi hujan dengan intensitas lebat dan gelombang tinggi di perairan," ucap Kasi Data dan Informasi BMKG Pulau Baai Bengkulu Anang Anwar di Kota Bengkulu, dikutip dari Antara, Kamis (17/11/2022).

Anang mengatakan, hujan yang terjadi akan disertai dengan petir dan angin kencang mencapai 25 knot terjadi di daratan wilayah Provinsi Bengkulu.

Sedangkan untuk gelombang tinggi yang terjadi di perairan Samudera Hindia Bengkulu berkisar 10 hingga 35 knots.

 Baca juga: Gempa M3,7 Guncang Rarowatu, Pusatnya di Darat

Oleh sebab itu, para nelayan diminta waspada terhadap gelombang tinggi karena kecepatan angin yang cukup kencang.

"Untuk kecepatan angin di daratan antara 5 hingga 25 knots dan untuk daerah perairan Bengkulu antara 10 hingga 35 knots," ucapnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk waspada terjadinya bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir/genangan, tanah longsor, yang di disebabkan oleh hujan lebat dalam waktu yang lama.

Masyarakat Bengkulu diimbau untuk tidak mendekati pohon-pohon yang berukuran besar karena ditakutkan akan roboh akibat angin kencang yang terjadi.

Anang menjelaskan, cuaca buruk yang terjadi di wilayah Bengkulu disebabkan oleh bibit siklon tropis 94S di Samudera Hindia Selatan Bengkulu dan adanya sirkulasi siklonik di bagian timur pulau Sumatera yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah Bengkulu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement