Sebetulnya TISO bertanggung jawab terhadap infrastruktur teknis CIA, tetapi mereka juga mengurus masalah teknis di dalam Kedubes. Alasannya, CIA tidak percaya dengan orang asing, bahkan di negara sahabat sekalipun.
"Mereka tetap lah orang asing yang tak bisa dipercaya oleh CIA," tulis Snowden.
3. Mendapatkan Informasi Dengan Rayuan dan Jebakan
CIA mungkin punya kemampuan teknologi yang kuat dan punya program penyiksaan, tetapi jangan lupa bahwa mereka lihai memakai human intelligence (HUMNIT).
Edward Snowden bercerita bahwa CIA siap menggunakan teknik jebakan dan rayuan untuk mendapat informasi. Hal itu terjadi ketika Snowden bekerja di Swiss. Rekan Snowden berusaha menggali informasi dari seorang banker Arab Saudi.
Agen CIA itu mencoba bersahabat dengan si banker Arab Saudi. Mereka sering pergi ke bar dan strip club bersama-sama. Sayangnya, agen CIA itu masih kesulitan agar akrab dengan si banker. Akhirnya, agen CIA tersebut berusaha membuat si banker mabuk, kemudian banker itu disuruh pulang dengan mengendarai mobil sendiri.
Si agen CIA lantas menelepon polisi untuk melaporkan bahwa ada orang mengemudi sambil mabuk. Alhasil, banker itu ditangkap dan harus membayar denda besar.
Insiden itu menjadi peluang besar untuk membantu si banker yang dikenakan denda oleh polisi. Tujuannya agar banker itu menjadi "tergantung" ke si agen CIA.
Namun, sayangnya si banker itu tetap menolak bantun agen CIA tersebut. Ia malah marah karena dijebak dan bantuan dari agen CIA itu ternyata tidak tulus. Banker itu akhirnya pulang ke Arab Saudi dan si agen CIA dirotasi balik ke AS.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.