Share

Tanah Longsor Italia, 7 Jenazah Ditemukan Termasuk Bayi Usia 3 Minggu dan 5 Orang Masih Hilang

Susi Susanti, Okezone · Senin 28 November 2022 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 18 2715940 tanah-longsor-italia-7-jenazah-ditemukan-termasuk-bayi-usia-3-minggu-dan-5-orang-masih-hilang-5k0HQT811m.jpg Tanah longsor di Italia, 7 jenazah ditemukan (Foto: AFP)

ITALIA Tanah longsor yang kuat melanda pulau Ischia Italia pada Sabtu (26/11/2022). Tim pencari telah menemukan tujuh orang meninggal, termasuk bayi berusia 3 minggu dan sepasang saudara kandung, terkubur dalam lumpur dan puing-puing yang meluncur menuruni lereng gunung dan melewati kota pelabuhan padat penduduk di pulau resor Ischia.

Prefek Naples mengkonfirmasi bahwa lima orang masih hilang, dan dikhawatirkan terkubur di bawah puing-puing tanah longsor besar yang melanda Casamicciola sebelum fajar pada Sabtu (26/11/2022). Kekuatan tanah longsor ini meruntuhkan bangunan dan mendorong kendaraan ke laut.

 Baca juga: Tebing 8 Meter Longsor, Lalin di Jalan Raya Malang-Kediri Tersendat

Korban lainnya diidentifikasi sebagai orang tua bayi laki-laki, seorang gadis berusia 5 tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia 11 tahun, seorang penduduk pulau berusia 31 tahun dan seorang turis Bulgaria.

  Baca juga: Tanah Longsor Terjang Rumah di Lembang, Warga Terpaksa Mengungsi

“Lumpur dan air cenderung memenuhi setiap tempat,” kata Luca Cari, juru bicara petugas pemadam kebakaran Italia, kepada TV pemerintah RAI.

"Tim kami mencari dengan harapan, meskipun itu sangat sulit,” lanjutnya.

“Harapan terbesar kami adalah orang-orang yang diidentifikasi hilang telah menemukan tempat perlindungan dengan kerabat dan teman dan belum diberitahu tentang posisi mereka,” tambahnya.

Risiko tanah longsor tetap ada di bagian tertinggi kota itu, di dekat tempat hujan lebat melonggarkan sebagian lereng gunung, mengharuskan tim pencari masuk dengan berjalan kaki, katanya.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Buldoser kecil pertama-tama fokus membersihkan jalan agar kendaraan penyelamat bisa lewat, sementara tim penyelam dibawa masuk untuk memeriksa mobil yang telah didorong ke laut.

“Kami melanjutkan pencarian dengan hati hancur, karena di antara yang hilang juga ada anak di bawah umur,” kata Giacomo Pascale, Wali Kota kota tetangga Lacco Ameno, kepada RAI.

Seperti diketahui, hujan turun di Ischia selama enam jam hingga 155mm (6.1in), menyebabkan tanah longsor pada Sabtu (26/11/2022) dini hari.

Hujan lebat melanda Campania, wilayah sekitar Napoli dan Ischia, selama beberapa hari.

Semburan lumpur menumbangkan pepohonan, menenggelamkan gedung-gedung dan menghanyutkan mobil-mobil serta rumah-rumah penduduk.

Semburan lumpur dan puing-puing ini juga menghancurkan rumah dan menyeret mobil ke laut.

Lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran, serta penyelam dan unit pemindah tanah, telah dikerahkan ke Ischia untuk mencoba membersihkan jalanan yang dipenuhi puing-puing. 

Kendaraan yang hancur ditumpuk satu sama lain, dihancurkan oleh kekuatan tanah longsor yang jejak kehancurannya tak terhapuskan menandai lanskap pulau wisata yang populer ini.

Seperti Capri di dekatnya, Ischia, di Laut Tyrrhenian, adalah tujuan liburan bagi orang asing dan Italia. Itu ditampilkan dalam seri buku Novel ‘Neapolitan’ karya Elena Ferrante dan menjadi latar belakang film pada 1999 berjudul ‘The Talented Mr Ripley’.

Masalah utama di pulau itu, bagaimanapun, adalah bahwa sekitar separuh rumah dibangun secara ilegal - sehingga tidak dapat menahan kekuatan tanah longsor dan gempa bumi.

Nello Musumeci, menteri perlindungan sipil, mengatakan kepada surat kabar Il Messaggero bahwa Italia membutuhkan "rencana adaptasi nasional terhadap perubahan iklim" untuk memastikan bangunan dan infrastruktur dapat menahan fenomena yang semakin sering terjadi seperti hujan deras.

"Mengamankan wilayah kita adalah pekerjaan publik terbesar yang harus kita selesaikan dalam beberapa tahun ke depan. Jika tidak, kita akan meratapi lebih banyak orang lagi," katanya, dikutip BBC.

Pemerintah telah menyetujui keadaan darurat, mengalokasikan jumlah awal 2 juta euro (Rp33 miliar) untuk membantu membangun kembali rumah yang hancur.

Pada Kamis (24/11/2022), dua orang tewas akibat cuaca buruk di wilayah tersebut. Seorang turis Argentina tenggelam setelah tersapu ke laut saat badai pantai, sementara seorang pria tersambar petir di pantai.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini