Share

Pentagon: China Akan Miliki 1.500 Hulu Ledak Nuklir pada 2035

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 30 November 2022 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717540 pentagon-china-akan-miliki-1-500-hulu-ledak-nuklir-pada-2035-VH62dT5FIV.jpg Kapal selam tenaga nuklir Kelas Jin Type-094 A China. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - China kemungkinan akan memiliki persediaan 1.500 hulu ledak nuklir pada 2035 jika terus mempercepat pembangunan senjata nuklirnya saat ini, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Pentagon pada pada Selasa, (30/11/2022).

BACA JUGA: China Berencana Bangun 'Kereta Kiamat' untuk Bawa 1.000 Senjata Nuklir dengan Kecepatan Tinggi

Angka tersebut menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran Amerika Serikat (AS) tentang niat China untuk memperluas persenjataan nuklirnya, meskipun proyeksi tersebut tidak menunjukkan bahwa China sedang mempercepat laju pengembangan hulu ledaknya nuklirnya. 

“Mereka memiliki penumpukan cepat yang terlalu besar untuk dirahasiakan,” kata seorang pejabat senior pertahanan AS saat jumpa pers tentang laporan tahunan Pentagon tentang militer China, sebagaimana dilansir Reuters.

"Itu memang menimbulkan pertanyaan tentang apakah mereka agak bergeser dari strategi yang didasarkan pada apa yang mereka sebut sebagai pencegah yang ramping dan efektif."

BACA JUGA: AS Peringatkan Terobosan Nuklir China, Miliki Implikasi Serius Bagi Keamanan Global

Laporan tersebut, yang terutama mencakup kegiatan pada tahun 2021, mengatakan China saat ini memiliki persediaan nuklir lebih dari 400 hulu ledak.

Proyeksi Pentagon untuk persenjataan nuklir China sebanyak 1.000 hulu ledak pada 2030 tetap tidak berubah, kata pejabat itu, menambahkan proyeksi untuk tahun 2035 didasarkan pada kecepatan ekspansi yang tidak berubah.

China mengatakan persenjataannya jauh lebih kecil dibandingkan Amerika Serikat dan Rusia. Beijing menyatakan siap berdialog, tetapi hanya jika Washington mengurangi cadangan nuklirnya ke tingkat China.

Amerika Serikat memiliki persediaan sekira 3.700 hulu ledak nuklir, dengan sekira 1.740 di antaranya dikerahkan, menurut think-tank Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Follow Berita Okezone di Google News

Pemimpin China Xi Jinping mengisyaratkan selama Kongres Partai Komunis pada Oktober bahwa China akan memperkuat pencegah strategisnya, sebuah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan senjata nuklir.

Laporan tersebut menegaskan kembali kekhawatiran tentang meningkatnya tekanan oleh Beijing terhadap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, sebuah pulau yang dilihat China sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Pejabat AS mengatakan Washington tidak melihat invasi ke Taiwan dalam waktu dekat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini