LONDON - Seorang asisten rumah tangga (ART) keluarga kerajaan Inggris memutuskan mundur dari perannya setelah membuat komentar 'berbau' rasisme pada saat resepsi akbar di Istana Buckingham.
Kejadian tersebut terjadi ketika Fulani menghadiri acara pernikahan yang diselenggarakan oleh istri Raja Charles, Camilla, permaisuri, pada hari Selasa (29/11) lalu
Wanita tersebut bernama Ngozi Fulani, lahir di Inggris dan bekerja untuk kelompok pendukung kekerasan bagi perempuan keturunan Afrika dan Karibia yang terkena dampak pelecehan dalam rumah tangga.
Fulani menulis di Twitter bahwa ajudan kerajaan telah berulang kali bertanya kepadanya.
"Dari Afrika mana Anda berasal?" Setelah ditanya beberapa kali dari bagian Afrika mana dia berasal, Fulani mengatakan dia menjawab: "Saya lahir di sini dan orang Inggris."
Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Pangeran Charles dan Pangeran Philip Tidak Akur
Ajudan itu pun menjawab. "Tidak, tetapi dari mana Anda sebenarnya berasal, dari mana orang-orang Anda berasal?". Fulani selalu mengatakan hal yang sama. Dalam keadaan tersebut Fulani seakan-akan dipaksa untuk mengatakan "keturunan Afrika, keturunan Karibia"