Share

Korban Meninggal dalam Kecelakaan Bus Masuk Jurang Dapat Santunan Rp50 Juta

Eka Setiawan , MNC Portal · Senin 05 Desember 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 512 2720565 korban-meninggal-dalam-kecelakaan-bus-masuk-jurang-dapat-santunan-rp50-juta-4HYJoOUafr.jpg Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti serahkan santunan untuk korban kecelakaan bus masuk jurang (Foto : MPI)

SEMARANG – Plt. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut warga Manyaran yang jadi korban meninggal dunia insiden kecelakaan lalu lintas bus wisata di Lawu Green Forest (LGF) Sarangan, Magetan, mendapatkan santunan dari PT. Jasa Raharja sebesar masing-masing Rp50 juta.

Sementara, untuk para korban luka mendapatkan maksimal biaya perawatan Rp20 juta dari PT. Jasa Raharja. Para korban luka itu secara bertahap akan dipindahkan perawatan dari Magetan ke Rumah Sakit Wongsonegoro (RSWN) Semarang, difasilitasi Pemkot Semarang dan Pemkab Magetan.

Biaya perawatan untuk para korban luka maksimal Rp20 juta yang diberikan PT. Jasa Raharja. Kecelakaan lalu lintas tersebut masuk kategori kecelakaan lalu lintas kendaraan umum.

“Kalau ini kurang nanti akan dilanjutkan dengan BPJS (Kesehatan), kalau tidak punya nanti pemerintah kan ada UHC (Universal Health Coverage) tadi sudah dimonitor, teman-teman dari Pemkot tadi gercep, yang punya tugas masing-masing dari musibah ini sudah berjalan. Nanti akan cek,” kata Mbak Ita usai melepas pemakaman para korban di Jl. Gedong Songo Raya, Kelurahan Manyaran, Kota Semarang, Senin (5/12/2022) dini hari.

Santunan untuk korban meninggal dunia, sebut Mbak Ita, hingga dini hari tadi sudah diberikan kepada ahli waris 2 korban pasangan suami istri (pasutri) Kabul (62) dan Sumiyati (56). Santunan kepada empat korban meninggal lainnya akan dilakukan hari ini di Kantor Pemkot Semarang. Empat korban meninggal lainnya; pasutri Sutarjo (56) dan Witri Suci Raharti (46), Sukini (64) dan Wachid (58).

“Karena yang empat ini bukan rekening yang langsung bisa overbooking, sehingga hari ini (baru diberikan),” lanjutnya.

Mbak Ita menyebut satu korban meninggal lainnya yang warga Semarang, yakni driver juga jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka. Diketahui, driver itu bernama Mochammad Barliyan (52) warga Kampung Pejaringan, Kemijen, Semarang Timur, Kota Semarang (sebelumnya tertulis Semarang Utara).

Pihak Pemkot Semarang juga akan memberikan trauma healing khususnya kepada anak-anak ataupun cucu-cucu para korban baik yang jadi korban luka ataupun tidak. Trauma healing yang diberikan akan bertahap, diharapkan bisa menyembuhkan trauma psikologis anak-anak atas musibah tersebut.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Mbak Ita menyebutkan, musibah itu terjadi sekira pukul 11.15 WIB, Minggu (4/12/2022). Ada dua bus rombongan piknik dari Manyaran yang menyewa dua bus wisata. Tujuannya Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Satu bus yang mengalami kecelakaan lalu lintas adalah PO. Semeru H 1470 AG. Bus terjun ke jurang yang dalamnya sekira 30 meter di Lawu Green Forest (LGF) jalan tembus Sarangan – Tawangmangu.

“Ada dua bus, satu bus ditumpangi 50 orang, dan driver dan kernetnya, yang 7 termasuk drivernya meninggal dunia, luka ringan sedang 23 orang dan 3 orang luka berat. Tadi saya dengar sudah iuran lama (warga Manyaran mempersiapkan pergi wisata),” rinci Mbak Ita.

Pihak Pemkot Semarang, sebut Mbak Ita, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Bupati Magetan dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) setempat yang bergerak cepat menolong dan memfasilitasi segala yang diperlukan para korban di sana.

“Yang meninggal juga langsung disucikan, dikafani dan sampai (diantarkan) di Kota Semarang lancar,” sambungnya.

Mbak Ita mengimbau kepada warganya, di akhir tahun ini di musim orang pergi wisata agar mempertimbangkan lokasi tujuannya, salah satunya soal medan yang ditempuh.

“Akhir tahun ini kan banyak kegiatan anak-anak ibur (sekolah), Covid juga melandai, masyarakat ini keluarkan celengannya (untuk wisata). Monggo untuk piknik, healing istilahnya, tapi yang tidak berbahaya lokasinya, di daerah Sarangan itu kan jalannya berliku-liku,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini