Share

Buaya Terkam Bayi 1 Tahun, Sang Ayah Gagal Selamatkan Anaknya saat Sedang Memancing

Susi Susanti, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 18 2721464 buaya-terkam-bayi-1-tahun-sang-ayah-gagal-selamatkan-anaknya-saat-sedang-memancing-27WCPsibuz.jpg Seekor buaya menerkam bayi 1 tahun di Malaysia (Foto: AFP)

LAHAD DATU - Seorang ayah terluka parah setelah gagal menyelamatkan bayinya dari terkaman seekor buaya.

Menurut beberapa laporan media, insiden itu terjadi Kamis (1/12/2022) lalu di lepas pantai Lahad Datu di Sabah. Seorang anak laki-laki berusia satu tahun naik kano bersama ayahnya yang berusia 45 tahun, yang diidentifikasi sebagai Moherat. Mereka sedang memancing ketika seekor buaya menyerang.

Sang ayah segera mencoba melawan reptil tersebut dan menderita beberapa luka gigitan, termasuk luka besar di kepalanya.

Baca juga: 1.000 Buaya Mendadak Dipindahkan karena Penangkaran Terlalu Padat, Picu Kekhawatiran dan Pertanyaan Pelik

Namun, Moherat tidak dapat menyelamatkan putranya yang terseret di bawah air.

Baca juga: Lagi Asyik Mancing, Seorang Pria Diterkam Buaya

Dalam video viral yang beredar online, buaya tersebut kemudian muncul ke permukaan dengan tubuh anak laki-laki di rahangnya.

"Terlepas dari upaya terbaik pria itu (Moherat), dia berakhir dengan banyak luka gigitan dan tidak dapat menghentikan putranya diseret ke bawah air," kata Sumsoa Rashid, Kepala Badan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lahad Datu seperti dikutip Yahoo News Australia.

“Ada beberapa video viral yang menunjukkan bagaimana korban diserang buaya kemudian ditangkap sebelum diseret ke sungai terdekat,” lanjutnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sumsoa pun memperingatkan penduduk desa yang tinggal di dekatnya untuk menjauh dari air karena buaya tetap berkeliaran.

“Banyak warga di sana bergantung pada sungai untuk makanan dan penghidupan sehingga mereka harus pergi ke air,” ujarnya.

"Kami telah memperingatkan mereka tentang bahaya ekstra saat ini dan sangat berhati-hati karena buaya kemungkinan besar masih ada di daerah tersebut,” terangnya.

Moherat kemudian dibawa ke Rumah Sakit Lahad Datu untuk perawatan medis.

Polisi, polisi laut, dan pemadam kebakaran setempat terus berupaya untuk menemukan jenazah anak laki-laki itu, menjelajahi perairan sepanjang 2 km dari tempat serangan itu terjadi.

Operasi pencarian dan penyelamatan yang digelar pada Kamis (1/12/2022) dan Jumat (2/12/2022) lalu itu tidak membuahkan hasil.

Seperti diketahui, buaya sering menyerang manusia di daerah asalnya. Menurut ensiklopedia hewan AZ Animals and CrocBITE, database yang mendokumentasikan serangan buaya global, sekitar 1.000 orang terbunuh setiap tahun oleh buaya.

Namun, sulit untuk mencatat jumlah pasti serangan buaya setiap tahun karena beberapa di antaranya terjadi di daerah terpencil dan tidak dilaporkan.

Dua tahun lalu, seorang anak lagi tewas diterkam buaya saat berenang di sungai di Lahad Datu bersama temannya.

Anak berusia delapan tahun itu sedang berenang di perairan kurang dari 20 meter dari rumahnya ketika dia diserang. Tubuhnya ditemukan dua jam kemudian di dekat tempat serangan itu terjadi.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini