Share

Lawan Mantan Kekasih, Mantan Raja Spanyol Menang Kekebalan Hukum

Susi Susanti, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 18 2722087 lawan-mantan-kekasih-mantan-raja-spanyol-menang-kekebalan-hukum-RaeUiRxO9I.jpg Mantan Raja Spanyol Juan Carlos (Foto: Reuters)

SPANYOLMantan Raja Spanyol Juan Carlos telah memenangkan banding untuk menghentikan sebagian kasus yang diajukan terhadapnya di Inggris oleh mantan kekasihnya.

Pengusaha wanita Corinna zu Sayn-Wittgenstein menuduh mantan raja itu mengarahkan kampanye pelecehan terhadapnya sejak hubungan mereka putus pada 2012.

Tetapi hakim Inggris memutuskan mantan raja itu memiliki kekebalan hukum atas tuduhan terkait waktu dia menjabat sebagai raja. Diketahui, Juan Carlos, 84, turun tahta pada 2014. Dia membantah melakukan kesalahan.

 Baca juga: 3 Raja di Dunia yang Terkenal Suka Main Perempuan

Pengacara untuk zu Sayn-Wittgenstein, 57, yang tinggal di Inggris, mengatakan putusan itu tidak mempengaruhi bagian "luar biasa" dari klaimnya.

 Baca juga: Gairah Meledak-ledak Raja Juan Carlos, Tiduri 5.000 Wanita hingga Disuntik Hormon Rem Libido

Dia meminta ganti rugi dan perintah pengadilan atas tuduhan bahwa mantan raja menyebabkan "sakit mental yang hebat" sebagai akibat dari "kampanye pelecehan yang terus menerus dan berkelanjutan" sejak 2012.

Menyusul keputusan banding, pengacara zu Sayn-Wittgenstein, Michael Kim, bersikeras bahwa keputusan tersebut "berlaku untuk masalah yang sangat sempit" mengenai "hanya periode ketika Juan Carlos menjadi raja Spanyol yang berkuasa.

"Bagian yang luar biasa dari klaim Corinna, dari 2014, tetap tidak terpengaruh dan harus dilanjutkan ke pengadilan," terangnya, dikutip BBC.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Putusan Pengadilan Banding pada Selasa (6/12/2022) membatalkan putusan sebelumnya awal tahun ini yang telah memutuskan bahwa perilaku Juan Carlos sebelum 2014 adalah "perilaku pribadi" dan karena itu, dapat dituntut.

Juan Carlos dikreditkan dengan kekuasaannya mengawasi transisi Spanyol dari kediktatoran ke demokrasi pada 1975. Namun dia turun tahta menyusul serangkaian skandal yang melibatkan keluarganya, termasuk penyelidikan korupsi yang melibatkan suami putrinya, Inaki Urdangarin, yang kemudian dipenjara.

Mantan raja itu telah menghabiskan lebih dari dua tahun di pengasingan di Uni Emirat Arab (UEA), setelah meninggalkan Spanyol karena tuduhan penipuan yang akhirnya dibatalkan. Investigasi Swiss terhadap pembayaran jutaan dolar dari Arab Saudi ditutup karena tidak cukup bukti.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini