Share

China Umumkan Pelonggaran Kebijakan Anti-Covid Setelah Dilanda Protes Besar-besaran

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 18 2722582 china-umumkan-pelonggaran-kebijakan-anti-covid-setelah-dilanda-protes-besar-besaran-WDwRMpJsKo.jpg Foto: Reuters.

BEIJING - China pada Rabu, (7/12/2022) mengumumkan perubahan paling besar pada rezim anti-COVID yang keras sejak pandemi dimulai tiga tahun lalu. Pemerintah China melonggarkan aturan yang mengekang penyebaran virus tetapi telah melumpuhkan ekonomi terbesar kedua di dunia dan memicu protes.

Relaksasi aturan, yang termasuk mengizinkan orang yang terinfeksi dengan gejala ringan atau tanpa gejala untuk dikarantina di rumah dan menghentikan pengujian untuk orang yang bepergian di dalam negeri, adalah tanda terkuat bahwa Beijing sedang mempersiapkan warganya untuk hidup dengan penyakit tersebut.

Banyak perubahan yang diumumkan oleh Komisi Kesehatan Nasional (NHC) mencerminkan langkah-langkah yang telah diambil di berbagai kota dan wilayah dalam beberapa hari terakhir, menyusul protes terhadap pengendalian COVID yang merupakan demonstrasi ketidakpuasan publik terbesar sejak Presiden Xi Jinping berkuasa pada 2012.

Meski begitu, warga menyambut baik prospek pergeseran yang dapat membuat China perlahan muncul kembali ke dunia tiga tahun setelah virus merebak di pusat kota Wuhan pada akhir 2019.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pengumuman Rabu dengan cepat melonjak ke topik yang paling banyak dilihat di platform Weibo China, dengan banyak orang berharap untuk kembali normal setelah serangkaian penguncian selama berminggu-minggu yang telah menyebabkan penderitaan mental bagi puluhan juta orang.

"Sudah saatnya hidup kita kembali normal, dan China kembali ke dunia," tulis seorang pengguna Weibo sebagaimana dilansir Reuters.

Beberapa investor juga menyambut baik perubahan yang dapat menghidupkan kembali ekonomi dan mata uang China yang melemah serta mendorong pertumbuhan global.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini