Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Erupsi Gunung Semeru, PVMBG Ingatkan Ancaman Aliran Lahar saat Hujan Tinggi

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 07 Desember 2022 |14:13 WIB
 Erupsi Gunung Semeru, PVMBG Ingatkan Ancaman Aliran Lahar saat Hujan Tinggi
Gunung Semeru erupsi (foto: dok PVMBG)
A
A
A

JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan potensi ancaman aliran lahar Gunung Semeru saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sekarang adalah lahar yang mungkin mengancam kapan saja apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ungkap Koordinator Gunung Api PVMBG, Oktory Prambada saat Konferensi Pers Badan Geologi: Perkembangan Aktivitas Semeru, Rabu (7/12/2022).

Sementara itu, Oktory mengatakan potensi terjadinya erupsi dan terjadinya awan panas guguran di Gunung Semeru kecil. Meski begitu, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih dalam level empat atau awas.

 BACA JUGA: Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Semeru Alami 21 Kali Erupsi

“Untuk level 4 ini berdasarkan hasil analisis dan evaluasi aktivitas vulkaniknya masih dalam keadaan krisis kegempaan dan masih sangat tinggi terutama di aktivitas-aktivitas di kawah,” katanya.

Selain itu, Oktory mengatakan ada catatan kegempaan yang berhubungan dengan suplai magma sejak bulan Oktober lalu.

“Kami mendeteksi bahwa ada supply yang intensif yang dimulai pada bulan Oktober 2022 yang menyebabkan kejadian-kejadian alam seperti erupsi dan awan panas guguran di bulan berikutnya,” tuturnya.

 BACA JUGA: 16 Orang di Ponpes Kawasan Gunung Semeru Ogah Dievakuasi, Kapolres Lumajang : Akan Kami Paksa!

Oktory mengatakan, PVMBG pun masih merekomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas apapun disektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, Kali Lanang sejauh 17 km dari puncak erupsi.

“Dan diluar jarak tersebut masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena masih berpotensi terhadap perluasan awan panas dan aliran lahar,” katanya.

“Kemudian untuk jatuhan piroklastik masyarakat diharapkan tidak mendekati radius 8 KM karena masih sangat berpotensi terhadap bahaya lontaran batu pijar, waspadai potensi awan panas guguran lava dan lahar yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru Besuk Sat dan Kali Lanang yang berpotensi aliran lahar,” papar Oktory.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement