Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

RI Rawan Terkena Gempa, Begini Kondisi 3 Lempeng Tektonik di Indonesia

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Selasa, 13 Desember 2022 |11:21 WIB
RI Rawan Terkena Gempa, Begini Kondisi 3 Lempeng Tektonik di Indonesia
Kondisi lempeng tektonik di Indonesia (Foto: BMKG)
A
A
A

Pernyataan dalam jurnal itu sebelumnya sudah dikemukakan oleh Yu. G. Gatinsky dan D.V. Rundquist melalui jurnal Geotectonics bertajuk ‘Geodynamics of Eurasia: Plate Tectonics and Block Tectonics’. Kedua penulis tersebut menjelaskan bahwa lempeng Eurasia memang tidak bisa terpisahkan dari banyak skema tektonik lempeng-lempeng di dunia, kecuali India dan Arab. Sebagian besar peneliti mengungkapkan bahwa struktur geodinamika Eurasia sangat kompleks. Di Indonesia sendiri, pulau Sumbawa adalah salah satu wilayah di kepulauan NTB yang memiliki tingkat kegempaan tinggi. Hal itu dikarenakan pulau ini diimpit oleh 2 patahan aktif, yakni lempeng Eurasia dan lempeng tektonik Samudera Indonesia.

2. Lempeng Indo-Australia

Selanjutnya, ada lempeng Indo-Australia. Nama Indo-Australia diberikan karena lempeng ini merupakan gabungan dua lempeng tektonik yang ada di benua Australia dan samudera di sekelilingnya. Lempeng Indo-Australia memiliki luas 58,9 juta km persegi. Dalam sebuah artikel dengan judul “Geologists Find: An Earth Plate Is Breaking in Two”, para ilmuwan awalnya mengidentifikasi lempeng ini sebagai lempeng tunggal di wilayah India dan Australia. Namun, lempeng ini mengalami pecahan di sebelah selatan Khatulistiwa, tepatnya di bawah Samudera Hindia. Jurnal dari Universitas Colombia itu lantas juga menuliskan bahwa patahan yang ada tersebut sudah terjadi selama beberapa juta tahun terakhir.

Lempeng Indo-Australia terpantau sering menyusup ke bawah lempeng Eurasia atau dikenal dengan subduksi. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya jalur-jalur gempa bumi. Salah satu contohnya adalah ketika gempa mengguncang Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada 18 November 2022 lalu. Melansir Okezone, gempa dengan kekuatan 6,7 magnitudo itu masuk dalam kategori gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km. Penyebab gempa adalah karena subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement