Dia akhirnya bisa mendapatkan obat setelah kunjungan dari dokter yang dikirim oleh pihak berwenang.
Pasangan yang telah memulai "perjalanan hebat pasca-Covid" itu belum memutuskan apakah akan melanjutkan petualangan mereka atau pulang ke Toronto.
"Kami akan beristirahat, menghilangkan stres dan kemudian kami akan memutuskan," terangnya.
Kendati protes memanas di Peru, namun Lim mengatakan jika orang Peru menyambut dirinya dan para turis lainnya.
Kisah lain dibagikan Guilherme Bucco dari Brasil, turis yang kebetulan seorang profesor di Universitas Porto Alegre.
"Kami mengetahui secara kebetulan bahwa ada kereta yang meninggalkan Machu Picchu, dan saya serta teman lainnya berhasil naik 10 menit sebelum kereta berangkat," terangnya.
"Aguas Calientes sangat cantik, tetapi setelah satu jam Anda tidak punya apa-apa lagi untuk dilakukan! Jadi lima hari ... saya harus membatalkan banyak rencana dan saya harus bekerja lagi minggu depan," katanya.