Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Liburan yang Tak Terlupakan, Cerita 200 Wisatawan Terjebak di Machu Picchu Akibat Protes Memanas

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 19 Desember 2022 |09:23 WIB
Liburan yang Tak Terlupakan, Cerita 200 Wisatawan Terjebak di Machu Picchu  Akibat Protes Memanas
200 wisatawan terjebak di Machu Picchu berhasil dievakuasi (Foto: AFP)
A
A
A

Pasca pusingnya evakuasi, Helguero berharap aksi unjuk rasa yang memakan korban sedikitnya 19 orang itu mereda sehingga "pariwisata bisa kembali berjalan".

Dia menjelaskan pariwisata mewakili 3 persen hingga 4 persen dari produk domestik bruto Peru dan menyediakan lapangan kerja untuk semua lapisan ekonomi.

"Kami telah menghitung kerugian USD52 juta (Rp811 miliar) di sektor tersebut akibat protes itu,” katanya.

Menteri mengkhawatirkan rusaknya citra Peru di mata operator tur dan wisatawan.

Industri pariwisata negara itu diketahui berjuang untuk pulih setelah Covid-19, menarik 2 juta pengunjung pada tahun 2022, jauh dari 4,4 juta kedatangan pada tahun 2019.

“Masalahnya bukan kerusakan seminggu, masalahnya adalah mengembalikan tingkat pariwisata yang kita miliki pada 2019 dan melampauinya hingga mencapai 5 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, pada Jumat (16/12/2022), Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) menyarankan warga Singapura untuk menunda semua perjalanan yang tidak penting ke Peru.

"Keadaan darurat nasional selama 30 hari diumumkan di Peru pada 14 Desember 2022, karena protes yang sedang berlangsung. Saat ini, daerah yang paling terkena dampak berada di Arequipa, Cusco dan Puno, tetapi situasinya berkembang pesat," terang MFA.

"Warga Singapura disarankan untuk menunda semua perjalanan yang tidak penting ke Peru,” lanjutnya.

MFA menambahkan warga Singapura yang tinggal di Peru, atau yang masih berencana bepergian ke sana, harus melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk keselamatan pribadi mereka.

"Mereka disarankan untuk menghindari daerah di mana demonstrasi dan pertemuan besar sedang berlangsung, pantau berita lokal dengan cermat dan perhatikan instruksi dari otoritas setempat," kata kementerian tersebut.

"Wisatawan harus membeli asuransi perjalanan dan kesehatan yang komprehensif dan didorong untuk mendaftar secara elektronik dengan MFA di https://eregister.mfa.gov.sg,” tambahnya.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement