2. Pratu Suparlan
Pratu Suparlan merupakan salah satu anggota Kopassus yang rela mengorbankan nyawa demi melindungi timnya dari serangan lawan di Timor Timur. Peristiwa ini bermula saat Timor Timur atau yang sekarang dikenal dengan Timor Leste tengah diduduki oleh Fretilin pada 1975. Fretilin merupakan partai komunis yang berusaha merebut kekuasaan di Timor Timur dengan melakukan pembantaian terhadap lebih dari 60 ribu warga sipil yang ingin berintegrasi dengan Indonesia.
Melihat kondisi tersebut, Indonesia segera mengirimkan tim dengan mengerahkan 1 unit gabungan yang terdiri dari 4 orang anggota Kopassus dan 5 orang anggota Kostrad. Di sini, Pratu Suparlan termasuk salah satu anggota Kopassus yang ikut dikerahkan oleh Indonesia.
Saat memasuki zona berbahaya di Timor Timur atau “zona Z”, Pasukan TNI harus melawan 300-an anggota Fretilin yang memiliki senjata campuran. Terjadilah baku tembak antara TNI dengan anggota Fretilin.
Karena jumlah pasukan Indonesia kalah banyak, banyak anggota yang gugur. Hanya tersisa Pratu Suparlan dan tiga anggota lainnya. Karena semakin terdesak, anggota Kopassus mencari berbagai cara agar dapat meloloskan diri dari kepungan Fretilin. Saat sedang membagikan tugas untuk melawan pasukan Fretilin, Pratu Suparlan menjadi sosok yang merelakan dirinya untuk maju melawan.
Berbekal senjata otomatis yang ia ambil dari rekannya yang telah meninggal, Pratu Suparlan berlari menghampiri pasukan Fretilin. Dengan gagah berani dan pantang menyerah, Pratu Suparlan terus menghujani tembakan ke arah pasukan Fretilin. Tembakan musuh yang bertubi-tubi, tak dihiraukannya. Bahkan, pakaian seragam yang dikenakannya telah berubah warna menjadi merah darah.
Dalam pengorbanannya tersebut, Pratu Suparlan benar-benar menunjukan kepahlawanannya melawan musuh demi menjaga rekan setimnya. Pratu Suparlan akhirnya gugur karena terkena hujanan tembakan dari musuh. Berkat jasanya, ia dianugerahi Bintang Sakti oleh pemerintah RI.