Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Wanita Muslim Arab Pertama yang Jadi Mayor di Militer Israel

Alfilya Tri Maulina , Jurnalis-Kamis, 05 Januari 2023 |18:14 WIB
Kisah Wanita Muslim Arab Pertama  yang Jadi Mayor di Militer Israel
Mayor Ella Waweya. (Foto: Zenger/JNS)
A
A
A

JAKARTA – Seorang tentara wanita dari etnis Muslim Arab menerima Penghargaan Keunggulan dari presiden dan menteri pertahanan Israel. Ella Waweya juga menjadi wanita Muslim Arab pertama yang naik pangkat menjadi mayor di Angkatan Darat Israel.

Ella, yang dikenal sebagai “Kapten Ella”, meski telah berpangkat mayor, berasal dari Qalansawe, Israel tengah, yang hampir semua penduduknya adalah Muslim Arab. Meski terlahir dari keluarga yang religius, sejak kecil Ella merasa ingin menjadi bagian dari masyarakat Israel.

Saat berusia 12 tahun Ella kebingungan tentang identitasnya, bertanya-tanya apakah dia orang Arab Israel atau Palestina, pertanyaan besar yang selalu dilontarkan kepada Ella saat keluarganya menyaksikan pemberontakan rakyat Palestina melawan Israel, dalam gerakan Intifada Kedua, sekira tahun 2000.

Dari situ semasa kecil, Ella bercita-cita ingin menjadi seorang jurnalis supaya ingin menunjukkan sisi lain dari Israel, yang tidak ditampilkan oleh kantor berita Arab, seperti Al Jazeera.

“Sampai saya berusia 16 tahun, saya mengalami dilema tentang identitas saya,” kenang Ella dalam sebuah wawancara dengan Zenger News di kantornya cabang pers luar negeri Unit Juru Bicara IDF, Tel Aviv. "Seolah-olah saya berada dalam sejenis gelembung, dan saya keluar dari gua ke dunia lain yang sangat aneh."

BACA JUGA: Sejarah Panjang Konflik Palestina-Israel, Ada 4 Periode!

Kejelasan muncul pada usia 16 tahun ketika Ella menerima kartu tanda penduduk israel dan dengan perasaan itu dia merasa mendapat jawaban atas pertanyaannya bahwa dirinya memang orang Israel.

Dia memutuskan untuk mewujudkan impian pertamanya mempelajari komunikasi dan mendaftar di perguruan tinggi Israel. Mengejar pencariannya, Ella mengerti bahwa dia dapat melakukan pelayanan nasional selama satu tahun bersamaan dengan studinya, dan menjadi sukarelawan di ruang gawat darurat rumah sakit Israel pada malam hari.

Pada saat itu Ella diundang untuk menghadiri konferensi media di selatan kota Eilat, sebuah peristiwa yang akan menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya.

Kepala juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan reporter veteran militer Israel, mengatakan Setelah seorang penonton berpendapat bahwa ultra-Ortodoks tidak boleh bertugas di militer. Hati Ella tergerak, dia mengangkat tangannya dan ketika dipanggil mengatakan bahwa pembicara harus malu pada dirinya sendiri, dan bahwa sebagai seorang Muslim dia sendiri berharap bisa bergabung dengan IDF.

“Tiba-tiba saya tidak mengerti mengapa semua orang berdiri dan bertepuk tangan untuk saya,” kata Ella saat itu. “Saya masih sangat muda dan lugu.”

Dua hari kemudian, Ella dipanggil untuk wawancara di kantor Juru Bicara IDF di Tel Aviv, dan tak lama kemudian dia diterima bekerja di kantor pers yang didambakan militer. Pada usia 24 tahun, wanita muda yang tidak mengetahui bahwa IDF memiliki posisi non-tempur atau bahwa Muslim bahkan dapat mendaftar menjadi tentara Israel mendapati dirinya berseragam.

Satu setengah tahun kemudian, setelah mendaftar di pelatihan perwira dan terpilih sebagai prajurit berprestasi yang akan dihormati oleh presiden. Pada saat itu Ella harus menyembunyikan pengabdiannya dari keluarganya ketika dia bergabung dengan militer.

Namun, setelah surat kabar Yediot Aharonot menyebut dirinya, Ella dari Qalansawe sebagai perintis wanita muda Arab di militer Israel, rahasia itu akhirnya terungkap.

Keluarga Ella mulanya terkejut dan menanggapi keputusan karier Ella dengan kemarahan. Namun, seiring waktu, mereka akhirnya mulai bisa menerimanya dan akhirnya hubungan Ella dengan keluarganya kembali membaik.

Hampir satu dekade setelah pertama kali mengenakan seragam, Waweya telah naik pangkat dan di unit, menjadi perlengkapan tetap di pers berbahasa Arab, dan paling dikenal karena "Video Kapten Ella", serangkaian film informasi tentang Israel dan militer Israel untuk masyarakat Arab.

Ada sekira 2 juta warga Arab di Israel.

“Saya merasa ada perubahan, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” katanya.

Hampir 400 Muslim Arab termasuk Badui terdaftar di IDF selama setahun terakhir, menurut angka resmi militer.

Ella mengatakan bahwa memang ada sesuatu yang baru di udara, menunjuk ke Perjanjian Abraham 2020 yang bersejarah, dimana empat negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel. Saat ini, dia merasa bahwa dirinya adalah seorang Israel sepenuhnya.

“Ini adalah tempat saya, untuk mengubah citra masyarakat Arab dan menunjukkan kebersamaan Negara Israel,” ujarnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement