Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pratu Suparlan, Prajurit Kopassus yang Rela Jadi Martir Lawan Ratusan Pemberontak

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 13 Januari 2023 |06:09 WIB
Pratu Suparlan, Prajurit Kopassus yang Rela Jadi Martir Lawan Ratusan Pemberontak
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Timor Timur mengalami kekosongan kekuasaan sebelum kemudian bergabung dengan Indonesia. Revolusi Bunga pun terjadi ketika Portugal menduduki Timor Timur pada 1975. Revolusi ini menyebabkan Portugis tidak bisa mempertahankan kekuasaannya di wilayah tersebut.

Dilansir dari Militer, partai komunis Fretilin berusaha merebut Timor Timur setelah melihat kondisi yang tidak stabil tersebut. Bahkan mereka membantai banyak warga sipil untuk menguasai wilayah yang ingin direbutnya.

(Baca juga: Cerita Jenderal Kopassus Tembak Mati Pemberontak saat Operasi Tempur Perdana)

Pemerintah Indonesia membentuk pasukan gabungan Nanggala-LII Kopassandha atau yang sekarang lebih dikenal dengan Kopassus untuk mencegah aksi brutal Fretilin supaya tidak semakin meluas.

Satu kelompok yang beranggotakan sembilan orang mulai dikirim, dan salah satu diantaranya adalah Pratu Suparlan.

Dia adalah pasukan Kopassandha bersama tiga rekannya sedangkan untuk lima lainnya merupakan anggota Kostrad. Pasukan ini dipimpin oleh Poniman Daisuki.

Patroli yang dilakukan pasukan ini mencakup Zona Z, KV 34-34/Komplek Liasidi di pedalaman hutan Bumi Larose. Karena wilayah ini dikenal rawan dan juga merupakan sarang tokoh utama Fretilin yang memiliki persenjataan cukup unggul, pasukannya sendiri merupakan orang-orang yang terlatih. Awalnya pasukan Kopassandha akan menyergap pos pengamatan Fretilin untuk memudahkan langkah berikutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement