Share

AS Pasok 31 Tank Tempur M1 Abrams ke Ukraina, Rusia: Provokasi Terang-terangan dan Setiap Tank yang Dipasok Akan Dihacurkan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 26 Januari 2023 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 18 2753170 as-pasok-31-tank-tempur-m1-abrams-ke-ukraina-rusia-provokasi-terang-terangan-dan-setiap-tank-yang-dipasok-akan-dihacurkan-zeIHrt7rxF.jpg AS pasok tank Abrams ke Ukraina (Foto: Reuters)

RUSIA - Amerika Serikat (AS) telah resmi mengumumkan akan mengirim 31 tank tempur yang kuat ke Ukraina. Keputusan untuk mengirimkan tank M1 Abrams diumumkan hanya beberapa jam setelah Jerman mengatakan akan mengirim 14 tank Leopard 2 ke medan perang.

Presiden AS Joe Biden menjelaskan satu batalion tank Ukraina biasanya terdiri dari 31 tank, itulah sebabnya jumlah itu telah disepakati.

Dia mengatakan pasukan akan dilatih untuk menggunakan tank buatan Amerika "sesegera mungkin" tetapi menambahkan bahwa pengirimannya akan memakan waktu.

BACA JUGA: Bergabung dengan Jerman, AS Pasok 31 Tank Tempur M1 Abrams ke Ukraina

"Putin mengharapkan Eropa dan Amerika Serikat melemahkan tekad kita," terangnya saat mengumumkan keputusan tersebut di Gedung Putih pada Rabu (25/1/2023), dikutip BBC.

BACA JUGA: Usai Jerman Kirim Tank Leopord 2 ke Ukraina, AS Beri Sinyal Finalisasi Tank Abrams untuk Dipasok ke Medan Perang 

"Dia salah sejak awal dan dia terus salah,” lanjutnya.

“Kami juga memberi Ukraina suku cadang dan peralatan yang diperlukan untuk menopang tank-tank ini secara efektif dalam pertempuran,” katanya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Ini tentang membantu Ukraina mempertahankan dan melindungi tanah Ukraina. Ini bukan ancaman ofensif ke Rusia,” tambahnya.

Rusia pun langsung angkat bicara tentang keputusan ini. Rusia mengutuk tindakan itu sebagai "provokasi terang-terangan" dan mengatakan setiap tank yang dipasok akan dihancurkan.

"Tank-tank ini akan terbakar seperti yang lainnya. Harganya sangat mahal," kata juru bicara Presiden Vladimir Putin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini