WASHINGTON - Sebuah operasi militer Amerika Serikat (AS) menewaskan seorang pemimpin senior ISIS dan 10 anggota kelompok teror di Somalia utara pada Rabu (25/1/2023). Hal ini diungkapkan dia pejabat senior administrasi Presiden AS Joe Biden.
“Dari kompleks gua pegunungan di Somalia utara, Bilal al-Sudani dinilai telah mendukung ekspansi dan aktivitas ISIS di seluruh Afrika dan di luar benua,” kata pejabat senior administrasi pertama pada Kamis (26/1/2023), dikutip CNN.
Pejabat pertama menolak untuk memberikan perincian tentang anggota layanan yang terlibat dalam operasi tersebut, tetapi menekankan mereka melakukan persiapan luar biasa untuk misi tersebut.
Menurut pejabat pertama, Al-Sudani dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada 2012 karena membantu pejuang asing melakukan perjalanan ke kamp pelatihan al-Shabaab dan memfasilitasi pembiayaan.
Dia menjelaskan operasi tersebut diharapkan dapat memberikan "informasi berharga" bagi komunitas intelijen AS, meskipun mereka menolak untuk menjelaskan secara spesifik.
BACA JUGA: Dua Istri Anggota ISIS Asal Spanyol Dipenjara Ketika Dipulangkan ke Negara Asalnya
Sedangkan pejabat kedua mengatakan bahwa AS memberi tahu dua mitra kontraterorisme terkait operasi militer ini, termasuk pemerintah Somalia.
Pejabat administrasi senior kedua mengatakan pada Kamis (26/1/2023) bahwa anggota senior tim keamanan nasional Presiden Joe Biden pertama kali diberi pengarahan tentang intelijen yang menyebabkan operasi ini pada beberapa bulan yang lalu. Biden mengizinkan operasi tersebut awal pekan ini.