JAKARTA - Gempa besar dengan Magnitudo (M) 6,8 mengguncang wilayah Barat Laut Pulau Morotai, Maluku Utara, Jumat (24/3/2023) pukul 03.02.50 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tak berpotensi tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
Daryono mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.
Daryono mengatakan, berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut memiliki parameter update dengan Magnitudo 6,5.
BACA JUGA:Waspada Gempa Susulan Pascagempa Besar M6,8 di Daruba Maluku Utara
Episenter gempa terletak pada koordinat 3,31° LU- 28,06° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 142 Km arah Barat laut Kota Daruba, Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 107 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng laut Filipina,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
BACA JUGA:Breaking News! Gempa Besar M6,8 Guncang Daruba Maluku Utara, Pusatnya di Laut