Namun, pada akhirnya Jenderal Sarwo Edhie tidak jadi mengemban tugas sebagai Dubes RI untuk Uni Soviet. Tugas tersebut dibatalkan oleh pemerintah pada saat itu. Sebagai gantinya, Sang Jenderal digeser menjadi Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Irian Barat.
Sekadar diketahui, sebelum direncanakan menjadi Dubes RI untuk Uni Soviet dan dijadikan sebagai Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Sarwo Edhie menjabat sebagai Panglima Kodam II Bukit Barisan di Kota Medan, Sumatera Utara. Pengangkatan Sarwo tersebut dilaksanakan pasca Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melengserkan Presiden Soekarno pada Maret 1967.
Dalam tugasnya sebagai Panglima Kodam II Bukit Barisan, Sarwo Edhie dikenal tegas dan berani menumpas hal-hal yang ia nilai tidak benar. Seperti misalnya melakukan pembekuan aktivitas PNI Medan dan menindak penyelundupan di Pelabuhan Belawan.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.